Berita

Sripeni Inten Cahyani/Net

Politik

Begini Uraian Kompleksitas Pemadaman Listrik Versi Sripeni

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 01:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Perusahan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani tidak henti-hentinya menyampaikan rasa permintaan maaf kepada masyarakat setelah terjadi pemadaman di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Permintaan maaf bahkan kembali dia sampaikan dalam cara Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa (6/8) malam.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan, tentunya memang permohonan maaf tidak cukup. Kami telah berusaha, tapi memang ada hal-hal yang tidak bisa dihindari,” ucapnya.


Sripeni yang baru menjabat beberapa hari kemudian menguraikan apa yang terjadi pada insiden pemadaman Minggu (4/8) lalu.

Menurutnya, sistem kelistrikan Jawa-Bali sangat kompleks karena terdiri dari 200 pembangkit dengan total kapasitas mencapai 35 ribu megawatt (MW). Sementara beban puncak tertinggi mencapai 27 ribu MW.

“Terdiri dari jaringan transmisi 500 KV, kira-kira 5.000 kilometer sirkuit. Kemudian untuk 150 KV kira-kira 7.000 kilometer sirkuit. Ada 500 gardu induk yang terhubung pada pelanggan, dengan total 70 juta, 60 persen ada di DKI,” urainya.

Sementara insiden yang terjadi pada Minggu (4/8), ujarnya, bermula dari gangguan di salah satu sirkuit atau line transmisi 500 KV.

Dia menguraikan bahwa di sistem Jawa-Bali ada empat sirkuit 500 KV yang menjadi tulang belakang. Dua line di utara dan dua line sisa di bagian selatan.

“Jaringan antara ungaran dan pemalang pada pukul 11.48 terjadi gangguan, pada menit yang sama, dua line lepas,” terangnya.

PLN, sambung Sripeni, kerap melakukan pemeliharaan sistem. Namun pemeliharaan dilakukan saat beban rendah, yaitu saat Sabtu dan Minggu.

“Pemeliharaan yang diizinkan hanya satu line dan pada saat itu dilakukan di jalur selatan. Artinya selatan tinggal satu line,” ujarnya.

Dengan kata lain, lanjutnya, posisi line yang seharusnya hidup pada saat itu adalah tiga, dua di utara dan satu di selatan.

Selanjutnya, ada transfer daya yang biasa dilakukan dari timur ke barat dalam rangka efisiensi. Biasanya sebesar 3 ribu MW.  Listrik di timur dialirkan ke barat karena pusat beban ada di barat.

Kemudian karena ada satu perbaikan line, maka sesuai standar kapasitas yang dialirkan diturunkan menjadi 2.200 MW.

Pada waktu yang sama, kata Sripeni, dua line di utara hilang. Sehingga transfer hanya bisa dilakukan melalui jalur selatan yang tinggal satu line.

“Akibatnya terjadi guncangan yang menyebabkan jalur Tasik-Depok lepas. Nah akibatnya dalam sistem barat mencari keseimbangan, tadinya ada transfer 2 ribu kemudian masing-masing (pembangkit listrik) melepaskan diri dari bebannya,” sambungnya.
 
Pembangkit listrik secara otomatis melepaskan diri karena faktor keamanan. Hal inilah yang kemudian membuat beban kepada pelanggan harus dikurangi. Sesuai SOP, maka terjadilah pemadaman.

Pihak PLN kemudian mencoba merecovery. Tapi proses pemulihan butuh waktu yang panjang. Untuk mengoperasikan kembali pembangkit listrik dibutuhkan waktu minimal delapan jam.

“Kalau di Jakarta PLTGU jadi lebih cepat, maka ada yang lebih cepat. Itu memang bergilir karena tidak bisa sekaligus. Karena harus menjaga unsur teknis, frekuensi 50 hertz dan tegangan 500 KV,” pungkasnya.

Adapun jaringan listrik di Jakarta mulai kembali pulih 100 persen pada Senin (5/8) pada pukul 17.50, di Banten pukul 22.00, dan Jabar pukul 22.40.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya