Berita

Aksi unjuk rasa di Hong Kong/Net

Dunia

Soal Aksi Protes Hong Kong, China: Siapa Yang Bermain Akan Binasa

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 | 19:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah China nampaknya sudah geram dengan aksi unjuk rasa yang terus berlangsung di Hong Kong. Hal tersebut terbukti dengan adanya dokumen pernyataan dari Pemerintah China kepada Kantor Urusan Hong Kong dan Makau pada hari Selasa (6/8).

"Kami (China) ingin menjelaskan pada sekelompok kecil kriminal yang tidak bermoral dan kekuatan yang ada di belakangnya, bahwa siapapun yang bermain api, akan binasa karenanya," berikut dokumen tersebut seperti yang dilansir oleh Channel News Asia.

Pernyataan pemerintah China tersebut menjadi salah satu pernyaan paling kuat dan paling berani yang diberikan China terhadap unjuk rasa di Hong Kong selama berpekan-pekan ini. Unjuk rasa yang pada awalnya hanya menentang RUU Ekstradisi ini semakin hari semakin berkembang dan menciptakan kodisi yang semakin tidak kondusif di Hong Kong karena telah mengganggu fasilitas dan layanan publik.


Dalam jumpa pers di Beijing pada hari Senin (5/8), Juru Bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang mengatakan, dalang dibalik unjuk rasa Hong Kong merupakan pihak anti-China yang secara terbuka memprovokasi para pengunjuk rasa. Yang Guang bahkan bersumpah bahwa oknum-oknum yang memprovokasi unjuk rasa ini akan dibawa ke pengadilan.

Sebelumnya, Pemerintah China dicurigai telah ikut campur dalam aksi kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian Hong Kong untuk menghentikan unjuk rasa.

Seperti membenarkan kecurigaan tersebut, Yang Guang mengatakan, pemerintah China akan mempertahankan setiap bagian wilayahnya. Selain itu, ia juga mengimbau warga Hong Kong untuk segera mengakhiri kekerasan dan kembali tertib.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya