Berita

Said Didu/Net

Politik

Mengecewakan, Sesama BUMN Kok Saling Nyogok

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 11:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, sasarannya bukan kepala daerah melainkan dugaan suap di dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebanyak lima orang ditangkap dalam aksi Rabu (31/7) malam. Mereka berasal dari  PT. Angkasa Pura II dan PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) serta pegawai masing-masing BUMN yang terkait.

Salah satunya, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam.


Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang pecahan dolar Singapura setara Rp 1 miliar. Diduga suap diberikan oleh pihak PT Inti.

"Setara dengan hampir Rp 1 miliar, yang kemudian diamankan tim sebagai bagian dari barang bukti di lokasi," ujar Komisioner KPK Basaria Panjaitan, Kamis (1/8) dinihari.

Peristiwa ini membuat mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu merasa kecewa. Pasalnya ada praktik haram di antara sesama perusahaan plat merah.

“Sangat mengecewakan. Sesama BUMN kok sudah saling menyogok,” kesalnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (1/8).

Menurutnya, fenomena korupsi dan suap di BUMN terus terjadi lantaran ada masalah mendasar yang tidak segera dibenahi pemerintah. Masalah itu berkaitan dengan kredibilitas dan kapasitas pimpinan BUMN.

“Kejadian seperti ini yang sering terulang menunjukkan ada masalah rekruitmen pimpinan BUMN,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya