Berita

Adhie M Massardi/Net

Politik

Muara Kesalahan Kasus Novel Hingga Berlarut-Larut Ada Di Pimpinan KPK

RABU, 31 JULI 2019 | 16:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sudah lebih dari dua tahun kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum terungkap.

Jangankan dalang penyiraman, dua pelaku berkendara motor yang menyiram Novel di subuh hari pun belum diketahui.

Namun demikian, kesalahan tidak melulu dialamatkan kepada polisi yang menangani kasus ini, maupun tim gabungan pencari fakta (TPGF) yang dibentuk untuk menginvestigasi.


Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi justru menilai pimpinan KPK sebagai muara kesalahan kasus Novel berlarut-larut.

Dia menilai Agus Rahardjo cs memiliki integritas yang rendah dan tidak punya jiwa kepemimpinan. Kelima komisioner tidak sanggup mengayomi institusi yang dipimpinnya.

“Akibatnya, ketika anak buahnya mengalami masalah, seperti terjadi pada Novel Baswedan, yang bersangkutan, dibantu koleganya (pegawai KPK), harus mengais-ngais keadilan sendiri,” urai mantan jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid itu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/7).

Ketua umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia itu menilai kalau pimpinan KPK berwibawa, memiliki integritas dan leadership, kasus penganiayaan terhadap Novel ini bisa lekas diselesaikan.

Sebab, mereka akan mampu berkoordinasi langsung dengan para petinggi di institusi hukum lain, seperti Polri, Kejaksaan, dll.
 
“Memang menjadi memalukan seluruh rakyat Indonesia, dan mencedarai rasa keadilan publik ketika kasus Novel ini dibawa ke ranah hukum internasional melalui lembaga Amnesti Internasional. Semua gara-gara tidak kredibelnya para pimpinan KPK,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya