Berita

Juliari Batubara/Net

Politik

Komisi VI Dukung Upaya Pemerintah Cari Pasar Baru Lewat Perjanjian Dagang

SELASA, 30 JULI 2019 | 13:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pencarian pasar baru yang potensial dinilai baik dilakukan mengingat pasar komoditas yang telah sekian lama jadi andalan ekspor nasional sudah tidak lagi menggairahkan.

Anggota Komisi VI DPR RI, Juliari Batubara mendukung upaya pemerintah dalam mencari pasar baru potensial melalui perjanjian dagang.

Dia mengingatkan agar pemerintah mengutamakan negara-negara yang mampu menyerap ekspor produk dengan volume yang sangat besar. Sebab dengan begitu, kondisi neraca perdagangan nasional yang masih defisit bisa kembali positif.


“Produk yang selama ini punya potensi diekspor memang harus dibantu dicarikan market-nya,” ujar politisi PDI Perjuangan itu dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (30/7).

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menilai perjanjian dagang dengan negara potensial pasar penting untuk mengganti nilai ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan China yang hilang saat perang dagang berlangsung.

“Kita akan lebih mudah berdagang dengan negara-negara yang mempunya perjanjian dagang dengan Indonesia,” ujarnya.

Dia meminta kementerian terkait untuk menyasar negara-negara non tradisional, seperti Rusia, Asia Tengah, dan Asia Selatan sebagai sasaran. Sebab, negara-negara tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tengah gejolak global.

“Kalau tidak membuka pasar, kita semakin terpuruk. Keseimbangan dagang akan semakin merenggang karena dominasi kita ke AS kan tinggi,” paparnya lagi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya