Berita

Rilis hasil IDI di BPS/Net

Politik

Indeks Demokrasi Papua Barat Satu-Satunya Berkategori Buruk Di Indonesia

SENIN, 29 JULI 2019 | 17:18 WIB | LAPORAN:

Indeks demokrasi di Papua Barat satu-satunya yang berkategori buruk di antara provinsi-provinsi lainnya.

Berdasarkan hasil rilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks demokrasi di Papua Barat tahun 2018 adalah sebesar 58,29 dan masuk kategori buruk.

Sementara Papua yang satu tingkat berada di atasnya, memiliki indeks 62,20 dan masuk kategori sedang.


"Padahal di tahun 2017, Papua Barat masih dalam kategori sedang di level 62,76," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung 3 BPS, Jalan Dr. Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Sementara itu, Deputi bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Wawan Kustiawan menyebut sistem noken dalam pemilu sebagai penyebabnya. Terlebih, sistem noken ini sulit untuk dihilangkan karena telah menjadi kebiasaan di tanah Papua.

Meski begitu, permasalahan noken bukan hanya terjadi di Papua Barat saja, namun juga di Papua.

Atas alasan itu, pihaknya berusaha menganalisa secara mendetail seluruh permasalahan, baik dari faktor geologi, ekonomi, sosial, budaya, hingga pertahanan, serta keamanan di kedua provinsi di Indonesia timur tersebut.

"Kami tetap konsisten membangun Papua dan Papua Barat sehingga dalam berdemokrasi ada peningkatan dari tahun ke tahun," tekannya.

Rilis IDI merupakan hasil kerja sama antara BPS, Kemenkopolhukam, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya