Berita

Ferry Amsari menilai proses seleksi capim KPK hanya rekayasa jika calon-calon bermasalah masih diloloskan/RMOL

Politik

Banyak Capim KPK Bermasalah Lolos Seleksi, Presiden dan Pansel Dituding Sekongkol

MINGGU, 28 JULI 2019 | 18:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituding melakukan sekongkol. Keduanya dianggap telah menentukan siapa yang kelak menjadi pimpinan KPK.

Hal itu disampaikan Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas, Ferry Amsari. Menurutnya, pansel telah abai terhadap menyeleksi calon pimpinan KPK.

"Pansel harus dianggap abai dalam menyeleksi calon pimpinan KPK. Terutama abai dalam mengoreksi apakah calon-calon sudah memenuhi syarat atau tidak," ucap Ferry Amsari di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Minggu (28/7).


Aturan yang telah dilanggar oleh pansel ialah mengabaikan syarat untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bagi para calon.

"Beberapa calon yang diluluskan hingga sekarang pada tahap psikotest ini, ternyata di antaranya tidak memenuhi syarat yang ditentukan oleh Undang-undang KPK itu sendiri," jelasnya.

"Kalau tidak memenuhi syarat, maka ada kewajiban dari pansel untuk membatalkan seseorang yang sudah diluluskan pada tahapan sampai saat ini," tegasnya.

Kata Ferry, hal tersebut juga tertuang di dalam Pasal 71 Undang-undang Administrasi Pemerintah.
"Pasal 71 Undang-undang Administrasi Pemerintahan menentukan kalau ternyata ada sebuah keputusan dan diketahui dari keputusan itu ada cacat prosedurnya atau cacat substansinya, maka pansel atau pejabat tata usaha negara wajib membatalkan keputusannya yang terdahulu," paparnya.

Dengan demikian ketika pansel mengetahui ada cacat prosedur namun tidak menggugurkan capim KPK yang bermasalah, Ferry menganggap pansel telah bersekongkol dengan Presiden Jokowi.

"Nah kalau kemudian pansel tidak juga bersikap terhadap hal-hal yang berkaitan dengan cacat prosedur ini sebagaimana yang ditentukan undang-undang KPK dan undang-undang administrasi pemerintahan, menurut saya pansel maupun pemerintah sengaja meluluskan calon-calon tertentu yang tidak memenuhi syarat dengan tujuan-tujuan tertentu. Salah satunya mungkin sudah ada set ya siapa saja yang memang sengaja akan dijadikan pimpinan KPK," katanya.

"Kalau boleh berkata sedikit keras, jangan-jangan memang pemerintah dan pansel sudah mengatur sedemikian rupa sedari awal. Siapa ke depannya pimpinan KPK, dan itu artinya proses seleksi ini adalah rekayasa semua," terangnya.

Bahkan, Presiden Jokowi juga dituding terlibat ketika pimpinan KPK yang terpilih merupakan figur atau sosok yang mempunyai beberapa cacat prosedur atau tidak memenuhi persyaratan.

"Presiden terlibat secara sistematis jika membiarkan figur-figur bermasalah lolos menjadi pimpinan KPK yang akhirnya membuat lembaga antirasuah ini tidak berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya