Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Sandi: Cari Jabatan Menteri Sama Saja Khianati Perjuangan Emak-Emak

JUMAT, 26 JULI 2019 | 03:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan calon wakil presiden, Sandiaga Uno mengaku konsisten dengan apa yang diusung selama Pilpres 2019 lalu.

Sandi yang menjadi pendamping Prabowo Subianto kala itu menyuarakan semangat perubahan demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu memastikan semangatnya tidak akan pernah padam sekalipun sudah kalah dalam Pilpres 2019 dari pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Dia memastikan tidak akan bergabung dengan lingkaran pemerintah dan akan menapaki jalan oposisi bersama para pendukungnya.


Penegasan itu disampaikan Sandi dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Salah satunya diunggah di Twitter oleh akun @hermana_t

“Memang kita dikalahkan. Tapi saya sampaikan secara terbuka, posisi sekarang yang bermartabat dan terhormat adalah posisi sebagai seseorang yang di luar pemerintahan,” tegasnya.

Sandi memastikan dirinya merupakan orang yang konsekuen dengan jalur perjuangan yang dipilih. Bahkan saat maju di pilpres, Sandi menanggalkan jabatan sebagai politisi Gerindra dan juga kursi wakil gubernur DKI.

Semua itu dilepas demi fokus dalam memperjuangkan nasib rakyat.

“Jangankan dari Gerindra, dari kursi wakil gubernur saya juga mau,” terangnya.

Dia bahkan enggan mengambil kembali kursi wagub DKI yang hingga kini masih kosong. Sandi memegang penuh janji yang pernah terucap untuk menyerahkan kursi tersebut kepada PKS sebagai mitra koalisi di Pilkada DKI 2019.

Terakhir, Sandi menekankan tidak akan sedikitpun mengkhianati perjuangan pendukungnya, khususnya emak-emak, dengan bergabung ke lingkaran pemerintah. Sekalipun ada tawaran jabatan menteri.

“Buat saya, kalau mencari posisi jabatan, apalagi jabatan yang digosip-gosipkan itu (menteri) akan mengkhianati perjuangan ibu-ibu,” tegasnya.

“Ini pandangan pribadi,” tutup Sandi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya