Berita

Ekonom Fuad Bawazier/Net

Publika

Gagal Bayar Utang: Awal Datangnya Krisis?

RABU, 24 JULI 2019 | 22:02 WIB

DI banyak negara krisis ekonomi sering diawali dengan gagal bayar utang, baik utang negara ataupun utang swasta. Di Indonesia, selama ini orang mengkhawatirkan utang negara khususnya utang valas yang meningkat tajam, yang akan mengawali terjadinya krisis ekonomi.

Sebagian ekonom mencemaskan besarnya utang BUMN yang akan mengawali krisis. Kecemasan-kecemasan itu bisa dipahami mengingat umumnya proyek-proyek yang dibiayai utang kurang ekonomis pembangunannya dan kurang produktif setelahnya.

Kegaduhan di PT Krakatau Steel, Asuransi Jiwasraya, PT Garuda, dan issue membengkaknya utang-utang BUMN Karya serta besarnya kredit bermasalah di bank-bank plat merah juga masih menjadi sorotan pasar. Meski begitu sejauh ini tidak atau belum ada berita gagal bayar utang BUMN.


Tetapi di luar dugaan, gagal bayar utang justru diawali oleh pihak swasta dari industri tekstil. PT DMDT dari Group Duniatex yang menerbitkan obligasi 300 juta dolar AS pada bulan Maret tahun ini (2019) gagal bayar kupon obligasinya. Aneh sekali obligasi yang baru berumur 3-4 bulan sudah gagal bayar kupon. Bisa jadi ini indikasi penipuan.

Grup Duniatex juga menarik utang dari sindikasi bank termasuk bank-bank negara, termasuk Indonesian Eximbank sebesar Rp 17 triliun. Menjadi lebih mengejutkan lagi ketika JP Morgan mengabarkan bahwa dalam tahun 2018 Group Duniatex telah menerima kredit 362,3 juta dolar AS dan Rp 5,25 triliun.

Kegagalan bayar utang ini, meski baru kupon, tentu menghancurkan nilai obligasi tersebut sebagai junk dan mau tidak mau pemegangnya membukukannya sebagia kerugian. Tentu kerugian gagal bayar ini bukan saja mencemaskan pasar modal, tetapi juga meningkatkan NPL (Non Performing Loan/ kredit macet) perbankan.

Akibat ini lembaga pemeringkat kredit mulai ramai-ramai menurunkan kredit rating Duniatex. Bila situasi gagal bayar utang berlanjut, hampir dapat dipastikan nilai tukar rupiah dan index saham ambruk, dolar menghilang dari pasar, harga barang-barang impor naik drastis dan seterusnya. Berikutnya jadi kredit rating Indonesia juga ambruk.

Jika itu terjadi, merupakan signal awal krisis ekonomi Indonesia yang berkepanjangan.

Harapan pasar adalah kejadian gagal bayar ini tidak diikuti oleh gagal bayar debitur swasta lainnya, apalagi BUMN atau pemerintah. Sebab bila sampai terjadi krisis ekonomi saat ini, pemerintah tidak pada posisi yang mampu menolong, berbeda dengan saat krisis moneter tahun 1998 ketika pemerintah mampu bertindak sebagai penolong swasta yang gagal bayar utang.

Jadi sebaiknya kita semua khususnya pemerintah waspada, sedia payung sebelum hujan. Sekali lagi jangan berasumsi apalagi berkoar bahwa ekonomi kita kuat, dan ketika krisis benar-benar terjadi cari kambing hitam. Selalu ada solusi asal mau mikir.

Fuad Bawazier
Pengamat Ekonomi

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya