Berita

Hukum

Ada 9 Jenderal Polisi Ikuti Seleksi Capim KPK, IPW: Telusuri Track Record Mereka

SELASA, 23 JULI 2019 | 11:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ada 9 jenderal aktif Polri yang masih mengikuti seleksi Calon Pimpinan KPK. Indonesia Police Watch (IPW) menyarankan kepada Panitia Seleksi (Pansel) KPK agar betul-betul menelusuri track record para jenderal tersebut.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, keberadaan para jenderal Polri yang ikut seleksi Capim KPK menunjukkan betapa strategisnya lembaga antirasuah ini bagi insan Bhayangkara. Padahal, di tubuh Polri sendiri ada Direktorat Tindak Pidana Korupsi yang bisa menjadi tempat mereka mengabdi dan berkiprah.

“Bagaimana pun fenomena ini patut dicermati. Pansel perlu mencari informasi ke tempat mereka pernah bertugas. Terutama saat mereka menjabat sebagai Kapolda, agar tidak terjadi salah pilih dalam proses selanjutnya,” kata Neta kepada wartawan, Selasa (23/7).


Dari 9 jenderal Polisi itu, Neta memprediksi 3 diantaranya akan lolos uji kepatutan dan kelayakan di DPR. Mereka antara lain Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli, dan Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Dharma Pongrekun.

Di sisi lain, IPW juga menyoroti keikutsertaan petahana dalam seleksi Capim kali ini. Karena selama ini belum pernah ada petahana yang bekerja untuk dua periode. Selain itu, petahana yang ikut seleksi pun tidak menunjukkan prestasi yang luar biasa, bahkan gagal menjaga soliditas KPK.

Berikut profil singkat 9 jenderal aktif Polri yang lolos seleksi Capim KPK ke tahap selanjutnya:

1. Irjen Antam Novambar
Antam Novambar, adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985. Pada tahun 2016, Antam menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri.

Sebelum menjadi Wakabareskrim pada 2016, jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Antam juga pernah menjadi Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2013 dan Kepala Biro Korwas PPNS Badan Reserse Kriminal Polri pada 2015.

2. Irjen Dharma Pongrekun
Dharma Pongrekun, merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1988. Saat ini Dharma menjabat Deputi bidang Identifikasi dan Deteksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sebelum menjabat di BSSN, Dharma menduduki kursi Karo Renmin Bareskrim Mabes Polri.

3. Brigjen Iswandi Hari
Iswandi Hari pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan. Saat ini, Iswandi menjabat Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kementerian Tenaga Kerja.

4. Brigjen Bambang Sri Herwanto
Bambang Sri Herwanto adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1984. Bambang juga pernah menajabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana PTIK-STIK. Saat ini bertugas sebagai Widyaiswara Madya, Sespim Lemdiklat Polri.

5. Brigjen Agung Makbul
Agung Makbul saat ini menjabat Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum Divisi Hukum Polri. Makbul juga pernah menjadi Kapolres Wamena pada 2003.

6. Brigjen Juansih
Juansih adalah seorang polwan lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 1989. Juansih saat ini menjabat sebagai Analisis Kebijakan Utama Polri.

7. Brigjen Sri Handayani
Brigadir Jenderal (Brigjen) Sri Handayani saat ini masih menjabat Wakil Kapolda (Wakapolda) Kalimantan Barat. Polwan Sri lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 14 April 1962. Jenderal bintang satu ini adalah lulusan Sepamilsuk Polri 1986.

8. Irjen Firli Bahuri
Irjen Firli Bahuri adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990. Saat ini dia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

9. Irjen Ike Edwin
Ike Edwin adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kasespimma Sespim Polri.

Sebelumnya, Ike pernah menjabat Kapolda Lampung pada 2016, Dirtipidkor Bareskrim Polri (2010), Wakapolda Sulsel (2013), dan  Kasespimma Sespim Polri (2016).

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya