Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Menteri Sosial dan Menteri Agama

RABU, 17 JULI 2019 | 06:45 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam naskah “Ikut Menyampaikan Saran” (8 Juli 2019) saya menyampaikan saran beberapa nama (bukan saya!) sebagai calon menteri beberapa kementerian.

Di dalam naskah tersebut, memang sengaja saya belum menyampaikan saran tentang calon Menteri Sosial dan Menteri Agama. Menurut pendapat saya kedua kementerian tersebut memiliki karakteristika khusus maka perlu dibahas secara khusus pula.

Menteri Sosial



Presiden Gus Dur sempat meniadakan kementerian sosial.  Gus Dur meyakini urusan sosial tidak perlu diurus oleh seorang menteri di samping pertimbangan perampingan jumlah kabinet demi penghematan biaya.

Namun setelah Gus Dur lengser maka entah dengan alasan apa kementerian sosial kembali dihadirkan pada kabinet para presiden RI selanjutnya.

Berdasar pengamatan saya, dapat disimpulkan bahwa menteri sosial tidak selalu dipilih  berdasar profesionalisme namun lebih pada pertimbangan politis.

Insha Allah, pada kabinet baru yang akan dibentuk oleh presiden Jokowi, pemilihan pejabat menteri sosial akan ditatalaksana lebih atas pertimbangan profesionalisme ketimbang politis apalagi pemerataan bagi-bagi jabatan bagi para parpol.

Seyogianya Menteri Sosial dijabat seseorang   yang benar-benar secara profesional telah ngelakoni  kegiatan kemanusiaan sebagai bekal pengalaman  sangat penting dalam memimpin tatalaksana lembaga kementerian sosial.

Cukup banyak tokoh pejuang kemanusiaan sudah makan asam garam pengabdian kemanusiaan  layak ditugaskan sebagai Menteri Sosial seperti misalnya Alissa Wahid, Sri Palupi, Wardah Hafids, Baby Jim Aditya, Sri Rossyati, Sri Irianingsih, Dewi Sartika, Oei Hong Tjhien, Sandyawan Sumardi dan lain-lain.

Menteri Agama

Umat Islam mayoritas di persada Nusantara tercinta ini. Namun Bhinneka Tungga Ika hadir secara indah pada  kehidupan beragama di Indonesia.  Kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan suriteladan bagi seluruh bangsa di planet bumi ini.

Sebagai mayoritas di Indonesia, umat Islam hidup damai dan sejahtera bersama umat Nasrani, Hindu, Buddha, Konghucu dan aliran kepercayaan. Maka demi menghadirkan sukma demokrasi dan keadilan ke dalam Bhinneka Tunggal Ika, sebaiknya jabatan menteri tidak dipegang oleh umat agama tertentu saja namun diratakan secara adil kepada  agama lain-lainnya.

Untuk menghadirkan suasana keadilan perlu dibentuk suatu Komite Menteri Agama  terdiri dari 6 tokoh sebagai wakil umat Islam, Nasrani, Hindu, Buddha, Konghucu dan aliran kepercayaan yang secara kolektif diberi tugas menatalaksana kegiatan kementerian agama secara gotong-royong musyawarah-mufakat.

Saran

Saya hanya seorang rakyat jelata buta politik tanpa ambisi jabatan apalagi kekuasaan maka saran saya niscaya sangat subyektif sekaligus sempit-pandang sehingga harus siap dianggap absurd maka diabaikan sambil ditertawakan.

Dan terutama saran saya sangat belum tentu layak diterima oleh presiden yang memang memiliki hak prerogatif untuk memilih dan menentukan siapa saja yang layak diangkat menjadi menteri.

Memang, proses pemilihan dan penetapan menteri siapa untuk kementerian apa  harus selaras dan sesuai kebutuhan, kehendak serta selera presiden.

Penulis adalah rakyat yang mengharapkan presiden memperoleh para pembantu terbaiknya dalam menunaikan tugas pengabdian bagi negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya