Berita

Prabowo bersama Jokowi menumpang MRT dari Lebak Bulus ke Senayan, Sabtu (13/7)/net

Politik

Karpet Merah Gerbong Prabowo

SELASA, 16 JULI 2019 | 00:13 WIB | OLEH: ALDI GULTOM

PERTEMPURAN bukan cuma berujung kalah-menang. Bisa juga hasilnya semua menang, semua senang.

Lewat pertempuran politik, sumbatan bahkan jalan buntu bisa terbuka. Sekalipun para pihak yang bertempur tidak tahu cara memenangkannya; ketika semua bergerak, di sanalah para aktor politik berharap menemukan jalan keluar.

Kira-kira begitu guratan makna di balik perjumpaan mesra Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus pada Sabtu 13 Juli 2019. Kemesraan yang berlanjut ke gerbong MRT hingga santap bersama di FX Sudirman.


Dalam kacamata melek politik, yang bertemu bukan cuma sosok Jokowi dan Prabowo. Kadang ruang politik diwarnai simbol-simbol. Kehangatan Jokowi-Prabowo di gerbong MRT sepanjang Lebak Bulus-Senayan pun bisa jadi simbol. Hanya mereka yang membayar tiket yang dapat turut dalam perjalanan.

Tak salah juga bila ada yang berpendapat bahwa pertarungan keduanya di Pilpres 2019 merupakan jalan memutar yang amat panjang untuk menemukan jalan keluar dari kebuntuan politik di antara kekuatan-kekuatan politik yang nyata.

Tentu saja pertemuan itu mengubah peta politik pasca Pilpres 2019. Jokowi dan Prabowo sudah menemukan katalisator politik yang membuka peluang-peluang baru ke depan.

Informasi yang diterima menyebut faktor penghambat terwujudnya perjumpaan Jokowi-Prabowo selama ini adalah tiga purnawirawan jenderal di barisan Jokowi, Luhut-Wiranto-Moeldoko. Sebuah kontradiksi karena beberapa kali Luhut coba memainkan peran komunikator yang getol mempertemukan dua tokoh itu.

Sementara Jokowi yang kemenangannya di Pilpres menuai perlawanan sengit akibat banyaknya dugaan kecurangan, membutuhkan momentum. Momentum yang bisa meredam ketegangan, memperkuat legitimasi. Momentum itu tak lain adalah jabat tangan dengan bekas rivalnya.  

Belakangan terungkap peran Budi Gunawan (BG). Sejumlah media massa menyorot sosoknya di tengah pertemuan Jokowi-Prabowo. Sudah beberapa waktu sebelum pertemuan terjadi, terdengar kabar orang dekat Megawati itu sibuk kasak-kusuk demi terealisasinya "rekonsiliasi". Prabowo lebih bisa menerimanya. Bos intelijen negara itu hadir sebagai katalisator, mempercepat peristiwa yang sejatinya dinantikan baik oleh Jokowi maupun Prabowo.

Kemesraan di gerbong MRT merombak pengelompokan politik pasca Pilpres 2019. Jokowi dan Prabowo telah menemukan formula baru yang akan menentukan komposisi koalisi maupun oposisi.  

Pertemuan di MRT menyentak loyalis Jokowi yang asyik menikmati kebuntuan politik. Sementara barisan pendukung Prabowo memprotes keras, bahkan mengalamatkan tuduhan khianat kepada sang junjungan.  

Tapi Jokowi dan Prabowo sedang menawarkan cara memandang politik: bertarung seperlunya, kompromi selebihnya. Jokowi tidak mau kerja-kerja strategis menuntaskan lima tahun terakhirnya terusik. Prabowo "siap membantu" dengan catatan-catatan penting.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya