Berita

Foto:Net

Jaya Suprana

Piramida Ojo Dumeh

JUMAT, 05 JULI 2019 | 08:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MEME akrobat piramida manusia dengan teks “Tanpa Orang-Orang Di Bawah, Yang di Atas Tak Akan Berada di Tempatnya Sekarang “ yang terpampang di atas naskah sederhana ini pada hakikatnya merupakan suatu upaya pengejawatahan falsafah Ojo Dumeh.

Pedoman Budi Pekerti


Falsafah Ojo Dumeh sangat berharga sebagai bekal pedoman budi pekerti bagi seorang pemimpin agar jangan bersikap mentang-mentang ketika dalam menempuh perjalanan hidup kebetulan sedang berada di pucuk pimpinan.


Sebaiknya ketika berada di pucuk paling atas suatu akrobat piramida kekuasaan, janganlah sang pemimpin lalu lupa fakta bahwa dirinya hanya dimungkinkan bisa berada pada posisi paling atas berkat ada orang-orang di bawah yang mendukung orang yang berada di atas.

Mentang-mentang adalah sumber utama kesewenang-wenangan.

Kualatisme

Kodrat gravitasi memperkenan fakta fisikalis bahwa apabila seseorang yang berada di posisi paling atas terjungkal jatuh maka  sang piramida manusia masih tetap bisa tegak berdiri.

Namun satu saja orang yang berada di bawah terjungkal terjatuh maka secara kodrati gravitasi runtuhlah seluruh konstruksi bangunan piramida manusia menjadi total berantakan!

Ibarat kacang jangan lupa kulitnya, maka seorang pemimpin jangan mentang-mentang berkuasa lalu Ojo Dumeh lupa menghormati dan menghargai sehingga tega menindas rakyat!

Dampak kualatisme lambat namun pasti akan menimpa penindas rakyat.

Ojo Dumeh

Tanpa dukungan serta perkenan rakyat mustahil seorang penguasa mampu berkuasa! Tanpa ada yang sudi dipimpin mustahil ada yang bisa memimpin.

Piramida Manusia sebagai pewujudan Piramida Ojo Dumeh menyadarkan betapa penting sila Persatuan Indonesia sebagai pilar utama Kebangsaan, Kenegaraan mau pun Kerakyatan Indonesia.

Kesadaran Ojo Dumeh menegaskan fakta bahwa unsur pendukung utama pada Piramida Manusia sebenarnya bukan yang di atas namun justru yang di bawah!

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan  


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya