Berita

Gedung BPK/Net

Politik

Politisi Nyalon Anggota BPK Bisa Timbulkan Praktik Politik Dagang Sapi

RABU, 03 JULI 2019 | 20:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Posisi strategis seperti anggota Badan Pengawas Keuangan (BPK) harus terbebas atau jauh dari unsur politisi.

Begitu kata analis politik dari Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah menanggapi nama Dutabesar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana dan politisi lain dalam daftar calon anggota BPK.

"Sudah cukupkan politisi mengisi jabatan politik saja atau parlemen," tegasnya kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (3/7).


Menurut Dedi, jika politisi PKB itu dan politisi lain betul-betul lolos sebagai anggota BPK, maka akan menimbulkan konflik kepentingan. Sebab, Rusdi yang berlatar belakang politisi akan memiliki beban moral untuk membalas budi para politisi Senayan yang meloloskan dirinya.

"Ada jiwa korsa sesama politisi dalam agenda-agenda pemeriksaan keuangan," ujarnya.

Selain itu, negara juga tampak lemah dengan membiarkan politik dikuasai oleh satu kelompok dari partai politik tertentu. Secara hukum, memang politisi punya hak yang sama. Tetapi yang harus diingat adalah sebuah negara dibangun di atas tanggung jawab yang luar biasa dan berbasis pada kepentingan warga negara.

Senada dengan itu, pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf, Adib Miftahul, justru menyoroti masalah etika dan moral politik Rusdi Kirana dan politisi lainnya.

"Harus mengedepankan etika dan moral politik, jangan mentang-mentang kelompok pemenang, semua juga harus diduduki oleh orang yang kompetensinya atau kapasitasnya tidak sesuai dengan kualifikasi menjadi seorang anggota BPK,” kata Adib kepada wartawan, Rabu (3/7).

BPK, sambung Adib merupakan lembaga tinggi negara yang sangat vital dalam fungsi pengawasan khususnya terkait dengan keuangan negara. Oleh sebab itu, menurutnya, setiap calon anggota harus memiliki integritas dan nilai kejujuran yang kuat.

"Dikhawatirkan dengan latar belakang Rusdi yang pengusaha akan timbul politik dagang sapi," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya