Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Bisa Gaduh Bila Oposisi Bergabung Ke Dalam Pemerintahan

SELASA, 02 JULI 2019 | 21:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai politik pengusung Jokowi-Maruf beramai-ramai menolak bergabungnya partai politik pengusung Prabowo-Sandi dinilai sangat wajar.

Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad mengatakan, Kabinet merupakan fungsi untuk mewujudkan janji kampanye, sehingga membutuhkan orang-orang yang ikut merumuskan untuk bisa mengaplikasikan janji kampanye.

"Nah itu kan membutuhkan tim atau membutuhkan orang yang sejak awal terlibat merumuskan itu, dengan kata lain itu menunjukkan secara implisit bahwa ada beberapa di kalangan partai-partai pendukung (Jokowi-Maruf)," ucap Nyarwi Ahmad kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (2/7).


Sehingga, penolakan tersebut terjadi karena dinilai dapat menggangu menjalankan program-program yang telah disampaikan kepada masyarakat pada saat massa kampanye.

"Nah itu aspek idealis normatif, misalnya itu kan mereka merubah atau semacam kontradiksi di dalamnya," katanya.

Menurut Nyarwi, visi antara Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandi memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Sehingga, hal tersebut akan menimbulkan dampak kegaduhan jika partai politik oposisi bergabung di pemerintahan Jokowi.

"Itu sama saja menarik kekuatan oposisi yang sebenarnya sudah ada di luar ditarik ke dalam, dan tentu itu punya risiko yang mengurangi kelincahan kinerja pemerintahan Jokowi dengan kabinetnya gitu," jelasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya