Berita

Foto: Himami

Dunia

Alumni Maroko Mengukuhkan Nilai Washatiyah

SENIN, 01 JULI 2019 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Washatiyah (moderat) tidaklah berarti “abu-abu” dalam praktek dan sikap.

Demikian disampaikan Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Eka Putra Wirman dalam Orasi Ilmiah bertajuk “Diskursus Wasathiyah: Pengalaman Indonesia dan Maroko” di Graha Nurani Jakarta Selatan, Minggu (3/6).

Acara ini diiniasi Himpunan Alumni Maroko di Indonesia (Himami) dalam rangka Halal Bi Halal Idul Fitri 1440 H.


Lebih lanjut Eka menjabarkan bahwa Rasulullah SAW adalah menjadi contoh terbaik sepanjang masa dalam mempraktekkan nilai washatiyah. Dan washatiyah ala Rasulullah adalah excellent (sempurna) dalam akidah, ibadah serta mu’amalah.

Dalam kontek bernegara baik di Indonesia dan Maroko, menurut alumni Universitas Al-Qarawiyyin Maroko ini, kedua negara telah mampu mempertahankan nilai moderatisme di tengah kemajemukan etnis, suku dan agama.

Keutuhan Indonesia dibingkai oleh nilai washatiyah dalam lima sila (Pancasila). Sedangkan Maroko mempunyai tiga dasar utama keutuhan negaranya dan menjadi nilai perekat anak bangsanya yaitu Allah, Al-Wathan (Tanah Air) dan Al-Malik (Raja).

Dalam acara yang dihadiri mantan Dubes RI di Maroko Drs. Tosari Widjaja dan para anggota Himami tersebut juga dilakukan pengukuhan Pengurus HIMAMI masa khidmat 2019-2022 dengan ketua terpilihnya M. Ilyas Marwal.

Himami didirikan pada 30 Juni 2009 yang diumumkan secara resmi oleh Dubes Maroko di Indonesia saat itu H.E. Mohamed Majdi. Hingga kini telah memiliki lebih dari 200 anggota lulusan berbagai perguruan tinggi di Maroko baik tingkat sarjana, pascasarjana maupun doktoral. Alumni HIMAMI sendiri telah banyak yang berkiprah di berbagai institusi pemerintah ataupun swasta di tanah air.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya