Di Periode kedua ini, Presiden Joko Widodo diminta mencari menteri yang sungguh mampu dan mau mengurusi nelayan, bukan yang hanya sibuk mengurusi laut.
Ketua Nelayan Projo Siswaryudi Heru menuturkan, pada periode pertama, untuk urusan Kelautan dan Perikanan, anggota kabinet sudah banyak mengurusi laut.
"Nelayan berharap, kali ini Pak Presiden Jokowi mencari menteri yang mengurusi nelayannya. Ya kita membutuhkan menterinya nelayan,†tutur Siswaryudi Heru di Jakarta, Senin (1/7).
Sebab, selama ini sentuhan manusiawi yang fokus pada pemberdayaan dan peningkatan nelayannya sendiri belum terealiasi. Padahal, nelayan adalah subyek dan sekaligus obyek yang utama dalam sektor kelautan dan perikanan itu.
Padahal, nelayan adalah subyek dan sekaligus obyek yang utama dalam sektor Kelautan dan Perikanan itu.
“Mohon jangan menaruh menteri yang berlum jelas kapasitas dan kapabilitasnya,†ujar koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) tersebut.
Pria yang juga aktif sebagai Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini melihat faktor peningkatan kesejahteraan nelayan masih sangat perlu didongkrak di periode keduanya Jokowi ini.
Sejumlah program yang fokus pada sektor peningkatan kesejahteraan itu sudah seharusnya menjadi fokus kerja pemerintah.
"Supaya Bulog perikanan bisa terwujud untuk kesejahteraan seluruh nelayan Indonesia,†ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini mengatakan, kondisi kesehatan nelayan Indonesia dan keluarga nelayan serta masyarakat pesisir masih memprihatinkan.
Selain fasilitas kesehatan bagi nelayan yang masih minim, biaya perobatan dan pelayanan kesehatan juga cukup tinggi. Hal ini pula sudah menjadi kendala yang belum terselesaikan hingga sekarang.
Siswaryudi Heru menuturkan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Keliling bagi nelayan dan pulau-pulau mestinya bisa digelar dengan fasilitas yang memadai dan pelayanan kesehatan terjangkau.
Sejumlah program yang fokus pada peningkatan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan nelayan Indonesia, masih sangat banyak yang terkendala.
Asuransi nelayan, fasilitas perumahan nelayan, permodalan yang dijanjikan, peralatan alat tangkap yang memadai bagi nelayan dan lain-lainnya jangan sampai terabaikan lagi di periode kedua pemerintahan Joko Widodo ini.
"Karena sehat buat nelayan saat ini dirasakan mahal," ujarnya.