Berita

Bambang Soesatyo/Net

Politik

Alasan Golkar DKI Tarik Dukungan Untuk Bamsoet Dikecam Mengada-Ada

MINGGU, 30 JUNI 2019 | 09:57 WIB | LAPORAN:

Empat dari enam ketua DPD II Partai Golkar DKI Jakarta tiba-tiba mencabut dukungan buat Bambang Soesatyo maju pencalonan ketua umum di Munas Golkar 2019.

"Itu jelas merusak kredibilitas mereka sendiri sebagai politisi," kritik Ketua Umum Baladhika Karya, Kata Nofel Saleh Hilabi kepada redaksi, Minggu (30/6).

Nofel menilai alasan yang dipakai para ketua DPD itu tidak tepat dan cenderung mengada-ada. Sebab, Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet sendiri hingga kini belum mengumumkan maju.


Bamsoet selalu menyatakan dukungan yang datang akan menjadi pertimbangannya. Bamsoet juga masih tercantum sebagai pengurus DPP Partai Golkar.

"Beliau pasti akan permisi terlebih dulu sebelum resmi mendeklarasikan diri sebagai Calon Ketua Umum (Caketum)," tegasnya.

Nofel menekankan, sampai saat ini Bamsoet tidak mengundang pihak manapun baik DPD I dan DPD II untuk hadir dan bersilaturahmi apalagi sampai meminta dukungan.

Nofel juga membantah informasi bahwa Bamsoet yang mengundang enam ketua DPD II Partai Golkar se-DKI Jakarta dan meminta dukungan.

"Bohong itu! Mereka datang atas inisiatif sendiri. Pak Bamsoet ingin menghindari kegaduhan jadi belum memulai proses apapun terkait pencalonan dirinya. Yang justru jelas tampak di masyarakat, ketua-ketua DPD II se-DKI menganggap ini hal main-main," Nofel menegaskan.

Sudah selayaknya, menurut Nofel, pengurus Golkar DKI Jakarta introspeksi diri atas capaian buruknya di Pileg 2019.

"Hancur bos! kursi DPR dari tiga kursi tersisa satu kursi. Bahkan berpotensi jadi nol jika sangketa di MK dimenangkan oleh Nasdem ataupun Gerindra," cetusnya.

Nofel mengingatkan, dari sembilan kursi Golkar di DPRD DKI kini tersisa enam kursi. Padahal targetnya muluk-muluk, yakni 20 kursi.

"Malu bos! DKI Jakarta ini etalase politiknya Indonesia. Konsekuensi bikin malu itu harusnya semua pengurus mundur," sentil Nofel.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya