Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Trump Kepada Putin: Jangan Ganggu Pemilu AS

JUMAT, 28 JUNI 2019 | 14:35 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Entah serius atau cuma guyon, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyentil Presiden Rusia Vladimir Putin agar jangan mengganggu pelaksanaan Pemilu di Amerika Serikat tahun 2020 mendatang.

Trump dan Putin bertemu di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, Jumat (28/6).

"Jangan ganggu pemilu. Jangan ganggu" kata Trump kepada Putin di hadapan media.


Presiden Putin terlihat hanya tersenyum mendengar perkataan Presiden Trump tersebut.

Sentilan Trump ini berkaitan erat dengan tudingan dari komunitas intelijen AS bahwa Rusia menganggu pelaksanaan Pemilu AS tahun 2016 untuk membantu kemenangan Trump yang diusung Partai Republik.

Dalam kesempatan pertemuan di Osaka hari ini, Presiden Trump memuji hubungannya yang sangat baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Merupakan kehormatan besar untuk bersama Presiden Putin," kata Trump, yang bertemu dengan Putin terakhir kali di Helsinki pada 2018.

"Kami memiliki hubungan yang sangat, sangat baik," kata Trump, seperti dikutip AFP, Jumat (27/6).

Ditanya sebelum melakukan perjalanan ke Jepang tentang pembicaraan yang direncanakan dengan Putin, Trump mengatakan bahwa isi dari diskusi itu adalah urusan mereka.

"Saya akan melakukan pembicaraan yang sangat baik dengannya. Apa yang aku katakan kepadanya bukan urusanmu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, saat itu.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya