Berita

Presiden Jokowi saat bertemu PM Singapura Lee Hsien Loong saat pleno KTT ke -34 Asean, di Bangkok. Thailand Sabtu Malam (22/6)/Istimewa 

Dunia

Indonesia Diharap Mampu Memetik Keuntungan Dari KTT G20 Di Osaka Plus Memperjuangan Kemerdekaan Palestina

JUMAT, 28 JUNI 2019 | 08:18 WIB | LAPORAN:

Indonesia diharapkan mampu mendapatkan manfaat dari Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan berlangsung hari ini hingga besok di Osaka, Jepang.

Hal itu disampaikan Pengamat Timur Tengah, Yon Machmudi, saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Kamis  (27/6).

"G20 sebagai wadah untuk memperkuat terutama kerjasama ekonomi, agar masing masing negara mendapatkan manfaat," ujar Ketua Prodi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) ini.


Dia menambahkan, G20 membuka peluang setiap negara anggota mencapai kemajuan ekonomi melalui kerja sama investasi perdagangan.

Hal lain yang disampaikan Yon adalah kemungkinan KTT G20 akan membahas isu keamanan.

Dalam kaitan ini, diharapkan Presiden Joko Widodo bisa mengangkat isu kemerdekaan dan pembangunan ekonomi Palestina. Terutama yang terkait dengan New Deal of Century yang menurut Yon lebih menguntungkan Israel.

Juga mengaitkannya dengan isu-isu pasca konferensi ekonomi "Peace for Prosperity" di Manama, Bahrain, hari  Selasa lalu (25/6).

Palestina menolak kedua hal ini.

"(Jokowi) bisa menitipkan isu yang berkaitan dengan Palestina. Walaupun kita ketahui bahwa Saudi Arabia dengan Amerika dan negara-negara lain seperti Mesir dan Uni Emirat Arab sudah merancang semacam New Deal of Century yang ditawarkan yang pada hakekatnya menguntungkan Israel," tuturnya.

"Sementara posisi Indonesia tetap tidak mengakui Israel dan tidak mengakui Yerussalem sebagai bagian dari ibu kota Israel, paling tidak bisa menyampaikan posisi Indonesia, dan Saudi Arabia pada khususnya memberikan kontribusi yang ril ke dalam perdamaian Palestina yang lebih adil," tuturnya. 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya