Berita

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf/Net

Pertahanan

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Putusan MK Diumumkan

MINGGU, 23 JUNI 2019 | 22:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan kerahkan ratusan personel untuk mengatur lalulintas di kawasan sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada pengumuman keputusan sengketa Pilpres 2019.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 600 personel untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar gedung MK.

"Untuk menangani rekayasa lalin di depan Gedung MK, kurang lebih 600 personel," ucap  Kombes Pil Yusuf saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/6).


Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menutup akses Jalan Medan Merdeka Barat. Hal itu lantaran akan ada aksi pada Jumat (28/6) nanti. Sehingga, kendaraan yang akan melintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat akan dialihkan ke jalan lainnya.

"Karena center-nya adalah Jalan Medan Merdeka Barat dan berdekatan dengan Istana, sehingga ada beberapa ruas jalan yang akan kita alihkan kalau ada pergerakan massa. Aksi massa ada di sana kita alihkan. Medan Merdeka Barat yang dari Thamrin kita belokkan ke kiri Budi Mulya, maupun belok ke kanan Medan Merdeka Selatan," katanya.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga akan menutup Jalan Medan Merdeka Utara yang menuju arah depan Istana Negara. Penutupan jalan akan dilakukan secara situasional melihat pergerakan massa aksi.

"Termasuk juga yang di depan Istana, kita tutup juga di simpang Harmoni, kemudian dari Harmoni kita belokkan ke Juanda maupun yang Jalan Veteran. Ini sudah kita buat ya (rekayasa lalinnya). Tapi nanti kita melihat eskalasi apakah kegiatan itu perlu dilakukan atau tidak," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga sempat melakukan penutupan jalan di depan gedung Mahkamah (MK) yakni di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada sidang pertama dan kedua sengketa Pilpres 2019.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya