Berita

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf/Net

Pertahanan

Jelang Putusan MK, Polisi Gelar Razia Untuk Halau Massa Dari Luar Jakarta

MINGGU, 23 JUNI 2019 | 21:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya akan melakukan razia kendaraan guna menghalau massa dari luar Jakarta menjelang keputusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (28/6) mendatang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf mengatakan, selain dari aparat Polantas, terdapat satuan Kepolisian lainnya yang juga akan turut melakukan razia kendaraan guna menghalau massa untuk masuk ke Jakarta.

Razia kendaraan akan dilakukan di setiap perbatasan Jakarta yakni, Bekasi, Tangerang dan Depok.


"Betul, itu nanti kita akan melaksanakan kegiatan razia gabungan ya, bukan hanya (Polisi) Lantas saja, tetapi akan ada beberapa fungsi yang lain, termasuk instansi yang lain," ujar Kombes Pol Yusuf saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/6).

Dalam razia yang akan dilakukan besok, (Senin, 24/6), polisi akan menanyakan maksud dan tujuan massa berkendaraan yang akan memasuki wilayah Jakarta. Jika tujuannya tidak jelas, pihak kepolisian akan menyuruh mereka untuk kembali.

"Kalau ada massa masuk dari luar kota (Jakarta) melaksanakan filterisasi, filter. Kalau memang tujuannya enggak jelas, suruh kembali. Iya jadi nanti dari mereka itu ke Jakarta tujuannya apa, kalau memang tujuannya enggak jelas, (massa) kita suruh kembali mereka," katanya.

Diketahui, Mahkamah Konstitusi akan mengumumkan putusan sidang PHPU Pilpres pada Jumat (28/6) mendatang. Sejumlah kelompok massa telah menyerukan untuk menggelar aksi guna mengawal putusan MK tersebut.

Aksi tersebut kabarnya akan dilaksanakan sejak Selasa (25/6) hingga Jum'at (28/6). Massa akan berkumpul di depan gedung MK maupun di bundaran patung kuda, Jakarta Pusat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya