Berita

Arief Budiman/RMOL

Politik

Ada Ahli Yang Hanya Beri Keterangan Tertulis, Ketua KPU: Saya Enggak Konfirmasi Detail

JUMAT, 21 JUNI 2019 | 01:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sesi Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) keempat mengendakan keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak Tergugat yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, ada yang tak lazim. Pasalnya, seorang saksi Ahli KPU bernama Riawan Tjandra tidak menghadiri persidangan dan hanya memberikan keterangan tertulis.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Arief Budiman terkesan enggan merespons secara detail alasan  tindakan saksi ahlinya itu.


"Saya enggak mengonfirmasi detail ya, tapi beliau (Ahli) mengatakan cukup penjelasan tertulis," kata Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di Gedung MK, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).

Arief menambahkan, KPU memandang cukup menghadirkan seorang Ahli IT Marsudi Wahyu Kisworo yang dinilai telah menjawab semua kesaksian dari Paslon 02 Prabowo-Sandi dalam sidang PHPU Pilpres 2019 sesi sebelumnya.

"Apa yang dijelaskan oleh Prof Marsudi tadi menurut saya cukup mampu menjelaskan semua hal yang tadi malam diperdebatkan," kata Arief.

Lebih lanjut, Arief mengklaim secara keseluruhan keterangan yang diberikan oleh Ahli IT dari pihaknya telah berhasil menjawab semua kesaksian dari Paslon 02.

"Menurut kami sudah cukup mampu menjelaskan apa yang kita mau. Makanya kemudian kita tidak mengajukan saksi. Kita menghadirkan dua ahli, satu memberikan penjelasan tertulis dan satu hadir memberikan penjelasan langsung," demikian Arief.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya