Berita

Irjen Refdi Andri/RMOL

Pertahanan

Sering Jadi Penyumbang Macet, Kakorlantas Usul Rest Area Khusus Isi BBM

SELASA, 18 JUNI 2019 | 12:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Keberadaan rest area di jalur mudik kerap menjadi penyumbang kemacetan utama.

Untuk itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Refdi Andri mengusulkan adanya rest area khusus selain rest area utama yang sudah ada di sepanjang tol yang dilalui oleh pemudik.

Refdi menjelaskan, nantinya rest area khusus ini hanya menyediakan item-item tertentu yang ditentukan titiknya per 50 kilometer.


“Yang disiapkan di sana itu adalah bahan bakar. Kemudian ada top up kartu elektornik. Ada pelayanan kerusakan ringan dan toilet saja,” kata Refdi usai evaluasi pengamanan mudik di gedung NTMC, MT Haryono, Jakarta, Selasa (18/6).

Karena menurut dia, kebutuhan untuk mengisi BBM, maupun kartu elektronik dan menjaga kesehatan adalah hal yang tidak bisa ditunda-tunda.

Refdi menambahkan, karakter pemudik saat arus balik rata-rata sudah siap dengan makanan ringan. Mereka hanya perlu mengisi bahan bakar tanpa perlu istirahat panjang untuk kemudian melanjutkan perjalanan.

"Jadi masyarakat yang ada di sana (rest area khusus) tujuannya hanya isi BBM, istirahat sebentar, melanjutkan perjalanan," pungkas Refdi.

Di sisi lain, sambung Refdi, dalam penyelenggaraan mudik 2019 ini, pihaknya bersama stakeholder terkait seperti Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, KemenPUPR dan Kementerian Kesehatan dapat menurunkan angka kecelakaan hampir mendekati 65 persen.

"Acuan kita untuk bekerja lebih keras lagi. Semestinya laka lantas tidak terjadi, mestinya tidak ada korban, apalagi meninggal dunia. Di tahun ini masih ada angka itu, di tahun depan kita berkomitmen yang terbaik,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya