Berita

Polisi berjaga-jaga di depan Gedung MK, Jumat pagi (14/6)/Net

Politik

Polisi Akan Bubarkan Aksi Kawal Sidang MK Bila Lewat Jam 6 Sore

JUMAT, 14 JUNI 2019 | 09:43 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Humas Polda Metro Jaya membenarkan mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua menjadi penanggung jawab aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat untuk Keadilan dan Kemanusiaan di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6).

Berdasarkan salinan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) nomor STT/005/VI/2019/Datro yang diterima redaksi, tercantum estimasi massa aksi kurang lebih 1.500 orang dan mengambil lokasi di silang Monas barat daya atau patung kuda Indosat, Jakpus.

“Iya surat tersebut benar,” kata Kepala Bidang Humas PMJ, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, pagi ini.


Argo memastikan aksi GKR untuk Keadilan dan Kemanusiaan ini telah mendapat izin kepolisian. Tujuan aksi meminta dan mendukung MK agar melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya sehingga lahir putusan sesuai dengan prinsip kemanusiaan, keadilan, dan demi kedaulatan NKRI.

Sesuai tahapan penyelesaian sengketa Pemilu untuk calon presiden dan calon wakil presiden di MK, hari ini jadwal sidang perdana gugatan yang dimohonkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Aksi yang digawangi Abdullah Hehamamua itu dimulai pukul 8 pagi hingga 5 sore nanti.

Sesuai dengan UU menyampaikan pendapat di muka umum, polisi akan membubarkan mereka jika batas waktu aksi pukul 18.00 tidak diindahkan.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya