Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Menurut Yusril, MK Bisa Tolak Permohonan Prabowo-Sandi Karena Tidak Jelas

KAMIS, 13 JUNI 2019 | 21:36 WIB | LAPORAN:

Tuntutan yang dilayangkan Tim Hukum Prabowo-Sandi kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019 dinilai tidak jelas.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Hukum TKN Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra saat berbicara di program Kabar Petang TVOne, Kamis (13/6).

Menurut Yusril, permohonan yang diajukan Prabowo-Sandi sejatinya sudah bukan wewenang dari MK. Menurutnya, banyak wewenang MK yang sudah dibatasi dengan dibelakukannya UU No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.


"Apakah masalah yang dikemukakan itu menjadi kewenangan MK atau tidak. Apakah MK sekarang dengan berlakunya UU 7/2017 Tentang Pemilu masih punya kewenangan untuk mengadili perkara-perkara pilpres terhadap anggapan terjadinya pelanggaran TSM atau tidak?" ujar Yusril.

Untuk itu, Yusril berharap MK mengambil putusan sela pada tahap esepsi. MK bahkan menurutnya berpeluang untuk tidak menerima seluruh permohonan Prabowo-Sandi.

"Jadi MK bisa menolak permohonan itu karena pertama permohonan bukan menjadi kewenangan MK, kedua apa yang dimohon oleh pemohon itu tidak jelas," imbuh Yusril.

Ketidakjelasan yang dimaksud Yusril adalah Petitum Prabowo-Sandi yang menuntut MK membatalkan keputusan KPU hasil pemilihan umum. Menurutnya, itu salah alamat karena keputusan itu mencakup semua hasil Pemilu serentak, bukan hanya hasil Pilpres 2019.

"Sementara dalam uraian permohonan, seluruhnya berbicara soal Pilpres, tapi petitumnya meminta pembatalan seluruh hasil pemilihan umum. Artinya yang dibatalkan bukan hanya Pilpres, tapi juga Pileg DPR RI, DPRD dan DPD," jelasnya.

Lebih lanjut, Yusril juga menyinggung persoalan lain yang diangkat Tim Hukum Prabowo-Sandi yang menurutnya merupakan ranah administratif pencalonan, seperti jabatan Cawapres Maruf Amin di dua anak perusahaan BUMN.

Tak hanya itu, temuan soal pelanggaran dana kampanye Jokowi-Maruf juga dipertanyakan oleh Yusril. Menurutnya, persoalan itu bukan wewenang MK melainkan Sentra Gakumdu.

"Jadi MK dengan UU 7/2017 itu memang tugasnya sudah dibatasi, yaitu mengadili perkara terkait dengan hasil akhir pemilihan umum," kata Yusril.

"Jadi menurut hemat kami sudah tidak pada tempatnya lagi meminta MK untuk mendiskualifikasi, meminta untuk melaksanakan PSu di beberapa tempat. Dulu sebelum berlakunya UU 7/2017 mungkin, tapi saat ini kelihatannya sudah tidak mungkin MK membahas masalah ini dalam sidang-sidang nanti," pungkasnya.

MK dijadwalkan menggelar sidang perdana sengketa Pilpres 2019 pada esok hari, Jumat 14 Juni.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya