Berita

Wiranto/RMOL

Politik

Wiranto: Jangan Sebar Hoax Kalau Tidak Ingin Media Sosial Dibatasi

KAMIS, 13 JUNI 2019 | 17:26 WIB | LAPORAN:

Pemerintah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas situasi dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum tervalidasi kebenarannya.

Menteri Koordinator Bidan Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, langkah pemerintah untuk membatasi media sosial tergantung dari partisipasi dalam menekan persebaran informasi bohong atau hoax.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemkominfo) mengaku siap untuk melakukan pembatasan media sosial selama masa sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.


Menurut Wiranto, masyarakat harus berpartisipasi untuk tidak menyebar hoax jika tidak ingin akses kepada media sosial dibatasi.

"Kalau tidak ingin dilemotkan, kalau tidak ingin diganggu lagi medsos, ya kita mengharapkan masyarakat berpartisipasi. Jangan membiarkan hoaks-hoaks yang negatif, merusak, bohong, mengadu domba itu dibiarkan berkeliaran di negara Indonesia," ujar Wiranto di Jakarta, Kamis (13/6).

Lebih lanjut, Wiran menegaskan pemerintah tidak akan membatasi media sosial apabila situasi selama sidang di MK tetap kondusif.

"Kalau tidak ada kegiatan medsos yang ekstrem ya tidak akan diapa-apain, ngapain cari kerjaan seperti itu dan kemudian merugikan kepentingan masyarakat," tandasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya