Berita

Koalisi Pendukung Jokowi-Maruf/Net

Politik

Golkar Klaim Jadi Pertimbangan Serius Dalam Kabinet Jokowi

KAMIS, 13 JUNI 2019 | 13:59 WIB | LAPORAN:

Bagi-bagi jatah kursi menteri bagi partai-partai pendukung adalah keniscayaan.

Sehingga, sulit rasanya dibayangkan jika hal itu tidak diperhatikan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo.

"Itu tidak mungkin, Jokowi perlu partai-partai politik yang kuat untuk mengawalnya di parlemen," tegas politisi Golkar, Andi Sinulingga saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Kamis (13/6).


Seperti halnya awal pemerintahan Jokowi periode 2014-2019.

Namun Andi menekankan, terpenting Jokowi bisa menunjuk menteri berbobot untuk membantunya dalam memimpin Indonesia.  

"Ahli di bidangnya dan berdedikasi tinggi, ke depan harapan masyarakat besar agar menteri-menteri lebih berbobot," jelasnya.

Ia yakin Golkar pasti diperhitungkan Jokowi masuk kabinet.

"Golkar pasti jadi pertimbangan serius Jokowi," ucapnya.

Politisi Golkar lain yang enggan disebut namanya memperkirakan dua atau tiga jabatan menteri.

"Yang diperkirakan mungkin bisa dua sampai tiga orang [jabatan menteri]," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi menolak istilah jatah-jatahan kursi menteri di kabinet kepada partai politik pendukungnya.

“Dalam politik bukan masalah, tanya saja ke partai-partai apa pernah kita bicara masalah menteri? Atau menteri apa? Enggak pernah,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (12/6) lalu.  

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya