Berita

Kontras/RMOL

Politik

Menurut Kontras, Polri Lebih Pentingkan Empat Pejabat Negara Daripada Korban Tewas 21-22 Mei

RABU, 12 JUNI 2019 | 18:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengkritik cara penanganan kerusuhan 21 dan 22 Mei di Jakarta.

Korps Bhayangkara itu dianggap lebih memprioritaskan pengungkapan kasus percobaan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. Padahal, penuntasan kasus tewasnya sembilan korban saat kerusuhan sama pentingnya.

“Penjelasan Polri terkait upaya pembunuhan terhadap empat pejabat publik tersebut juga tidak menjawab pertanyaan masyarakat,” kata Wakil Koordinator Kontras Feri Kusuma kepada wartawan di kantornya, Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).


Hanya dengan mengekspose para pelaku, Polri dinilai belum menjelaskan terkait motif dan tujuan para pelaku menargetkan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan dan Gories Mere itu. Tak cuma itu, catatan Kontras terhadap Polri terkait para perusuh yang telah ditangkap juga bias.

Pasalnya, Polri langsung menyimpulkan meraka yang ditangkap termasuk sembilan orang yang tewas merupakan massa perusuh tanpa ada penjelasan apa peran mereka, penyebab kematiannya ataupun melakukan rekonstruksi di TKP hingga uji balistik terhadap proyektil peluru yang tembus ke badan korban.

“Tanpa penjelasan tersebut, maka, kesimpulan tersebut bisa memunculkan asumsi di publik terkait dengan pelaku penembakan,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya