Berita

Pengamat Transportasi dari Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung /Net

Politik

Jangan Sampai Maskapai Asing Matikan Industri Lokal

RABU, 12 JUNI 2019 | 13:49 WIB | LAPORAN:

Wacana mendatangkan maskapai asing sebagai solusi menurunkan harga tiket penerbangan harus dipertimbangkan secara matang.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung mewanti-wanti agar pemerintah tidak sembrono.

Kehadiran maskapai asing, sambungnya, memang bisa membuat tarif maskapai menjadi lebih murah karena ada persaingan harga. Namun demikian, pemerintah harus bisa memastikan persaingan itu tidak mematikan industri lokal dan mengacuhkan keselamatan penumpang.


"Menurut saya betul kalau ada yang asing menjadi persaingan, tapi jangan lupa persaingan itu jangan sampai mematikan tumbuh industri di Indonesia sendiri," ujarnya di Hotel Morissey, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Persaingan usaha, lanjutnya, jangan sampai mengacuhkan keselamatan penumpang. Bagaimanapun, faktor keselamatan merupakan hal yang utama.

Lebih lanjut, dia meminta masyarakat untuk melihat secara komprehensif alasan tarif pesawat mahal. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari biaya untuk memastikan keselamatan dan operasi penerbangan yang layak tiap kilometer.

"Jadi ada tarif itu termasuk keselamatan dan ada biaya operasi untuk menerbangkan pesawat perkilo meter yang tidak boleh dikurangi," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya