Berita

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memetik buah naga semiorganik/ist

Nusantara

Garap Buah Naga Semiorganik, Petani Banyuwangi Untung Ratusan Juta

RABU, 12 JUNI 2019 | 01:25 WIB | LAPORAN:

Para petani buah naga di Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi tersenyum bahagia. Selama Ramadan dan libur Lebaran, produksi buahnya cukup melimpah dengan harga yang tinggi.

Salah seorang petani yang merasakan hasil manis itu adalah Tarmijan. Di lahan seluas 2 hektare, dia mengembangkan buah naga semiorganik dengan kandungan kimia tergolong minim.

“Setiap panen buah naga kami langsung kirim ke Jakarta, juga ke supermarket dan toko-toko buah di Surabaya. Berapa pun yang kami kirim pasti akan dibeli mereka karena buah naga saya semi-organik,” kata Tarmijan saat disambangi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Selasa (11/6).


Dalam setahun, Tarmijan mendapat hasil yang lumayan besar. Dia menjelaskan, dalam satu hektare bisa menghasilkan 24.000 kg.

“Kalau diambil rata-rata harga buah naga Rp 15 ribu, dalam satu hektare bisa menghasilkan Rp 360 juta. Sementara ongkos produksinya sekitar Rp 110 juta. Jadi hasilnya lumayan,” ujar Tarmijan sembari tersenyum.

Dengan asumsi harga Rp 15 ribu per kg tersebut, Tarmijan untung Rp 250 juta. Untung Tarmijan bisa dipastikan tambah baik karena harga buah naga semiorganiknya mencapai Rp 25-30 ribu per kg.

"Ini sebenarnya belum masuk masa panen. Tapi ada pendekatan teknologi pertanian sederhana untuk bisa mempercepat hasil panen. Jadi sekarang kami masih bisa panen meskipun belum masuk panen raya," lanjutnya.

Pendekatan teknologi pertanian yang dimaksud Tarmijan ialah dengan menggunakan lampu sebagaimana banyak dilakukan oleh petani buah naga lainnya. Lampu itu berfungsi untuk mendorong proses pembuahan.

“Kalau pakai lampu itu bisa berbuah sepanjang tahun, tidak menunggu musim. Kalau musim kan biasanya dalam setahun hanya berbuah selama enam bulan. Namun kalau pakai lampu, sepanjang tahun terus berbuah,” jelas Tarmijan.

Selain itu, untuk melakukan perawatan terhadap tanah, Tarmijan dan sejumlah petani buah naga lainnya memanfaatkan teknologi sederhana yang diberi nama SIPLO (Sistem Intensifikasi Potensi Lokal). Alat tersebut berfungsi untuk ionisasi pada tanah, sehingga unsur hara terserap maksimal oleh tanaman.

"Alatnya dialiri listrik, kemudian ujungnya kabel lainnya dimasukkan ke tanah yang basah," ungkap Koordinator dan Pemasaran SIPLO, Hera Fatmawati yang juga merupakan putri kandung Tarmijan.

Dengan teknologi itu, buah naga yang dihasilkan memiliki kandungan residu logam berat di bawah standard SNI yang sudah diuji di laboratorium Sucofindo.

“Ini baru saja kami gunakan. Kualitas dan mutu buah naga yang dihasilkan meningkat,” urai Hera.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menemui para petani buah naga berharap inovasi tersebut terus dikembangkan. “Dinas Pertanian telah saya meminta memperkuat pendampingan. Ayo beralihnya ke semi-organik dan organik karena harganya pasti akan jauh lebih mahal dibanding yang biasa,” ujar Anas.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya