Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

PKS: Biarlah Kami Jadi Oposisi

SELASA, 11 JUNI 2019 | 16:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) enggan berkomentar soal tawaran kursi kabinet dari pasangan Joko Widodo-Maruf Amin kepada Partai Gerindra yang menjadi tandem di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.   

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menyerahkan sepenuhnya keputusan partai kepada Presiden PKS, Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri soal tawaran jabatan politik.

"Saya tidak dalam posisi menjawab itu yah," ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6).


Sementara saat ditanya apakah tawaran serupa pernah disampaikan kubu 01 kepada PKS secara organisasi, Hidayat tidak banyak berkomentar.

Bagi Wakil Ketua MPR RI ini, sudah sewajarnya jika PKS yang mendukung Prabowo-Sandi tidak mendapatkan kursi di kabinet. Dia memastikan  pilihan tersebut akan dijalani dengan baik oleh PKS.

"Biarlah kami menjadi oposisi, biarlah kami berada di luar kabinet. Toh berada di luar kabinet bukan berarti tidak konstusional," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya