Berita

Ubedilah Badrun/Net

Politik

Empat Hal Ini Harus Jadi Pertimbangan Jika Jokowi Dan Prabowo Ingin Rekonsiliasi

SELASA, 11 JUNI 2019 | 14:38 WIB | LAPORAN:

Kedua kubu yang berkontestasi dalam Pilpres 2019 harus aktif jika benar-benar menghendaki rekonsiliasi. Sementara saat ini, dorongan rekonsiliasi justru datang dari pihak-pihak yang justru terlibat dalam ketegangan.

Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menjelaskan, secara etimologis adalah perbuatan memulihkan hubungan persahabatan sehingga menjadi seperti keadaan semula. Rekonsiliasi, sebutnya, juga dapat diartikan sebagai perbuatan menyelesaikan perbedaan.

"Ini artinya harus muncul dari kedua belah pihak. Jika ini terjadi sangat mungkin rekonsiliasi dilakukan," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (11/6).


Namun demikian, Ubedilah juga menyebut kemungkinan rekonsiliasi yang dimotori pihak ketiga di luar dua kubu yang berserteru. Syaratnya, pihak ketiga ini harus netral atau tokoh bangsa yang tidak terlibat dalam ketegangan politik.

"Problemnya, para tokoh netral yang dahulu tidak ikut-ikutan politik praktis, pada pemilu 2019 kali ini cenderung terjebak politik praktis. Mereka misalnya tampak memberikan dukungan, atau ditarik-tarik oleh kontestan untuk memberikan dukungan. Saat ini kita krisis tokoh bangsa," sesalnya.

Lebih lanjut, Ubedilah pun memberikan setidaknya empat hal yang harus jadi pertimbangan agar proses rekonsiliasi politik antara elite pendukung Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi terwujud.

Pertama, terang Ubedilah, rekonsiliasi harus dilakukan atas dasar kesadaran kedua belah pihak untuk mengutamakan kepentingan nasional. Dalam hal ini, kedua belah pihak harus benar-benar mengesampingkan kepentingan sepihak masing-masing.

"Kedua, jika tidak datang dari kedua belah pihak, maka hanya bisa dilakukan mediator yaitu para tokoh bangsa yang tidak terjebak dukung-mendukung dalam kontestasi Pilpres 2019," imbuhnya.

Jika tokoh bangsa yang dimaksud tidak ada, Ubedilah menyebut peran maka pihak kampus untuk menjadi alternatif dalam memediasi rekonsiliasi politik sebagai syarat ketiga.

"Sebab, kalangan akademis diharapkan independensinya terjaga. Universitas yang kredibel mungkin bisa dipercaya untuk mengadakan rekonsiliasi," terangnya.

"Keempat, selain mengutamakan kepentingan nasional, isi rekonsiliasi juga harus mewakili kepentingan paling konkret yang menjadi pokok soal kedua belah pihak," lanjut Ubedilah.

Tak kalah penting, isi dokumen rekonsiliasi menurut Ubedilah juga harus memberikan evaluasi terhadap sistem politik yang saat ini dipraktikkan.

"Sebab, sistem itulah yang menjadi penyebab utama dari seluruh hiruk-pikuk ketegangan politik saat ini. Sistem politik yang dibuat rezim legislatif dan eksekutif saat ini," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya