Berita

Mantan Anggota Tim Mawar berkunjung ke Dewan Pers/RMOL

Politik

Ngadu Ke Dewan Pers, Eks Tim Mawar Tuntut Tempo Minta Maaf

SELASA, 11 JUNI 2019 | 13:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Brigjen (Purn) Chairawan K Nusyirwan berharap Dewan Pers merekomendasikan adanya tindak pidana atas artikel yang diterbitkan majalah Tempo edisi Senin 10 hingga 16 Juni 2019.

Kuasa Hukum Chairawan, Hendriansyah menilai isi berita majalah Tempo Edisi telah menghakimi Tim Mawar.

"Kami berharap untuk dewan pers itu merekomendasikan adanya tindak pidana atas majalah cetak Tempo edisi Senin 10-16 (Juni 2019) isi konten beritanya tuduhan yang menghakimi tim mawar," ucapnya kepada awak media di gedung Dewan Pers, Selasa (11/6).


Menurut Hendriansyah, konten media itu telah memberi framing seolah-olah Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 21 hingga 22 Mei.

"Seolah-olah dan bukti bersalah menimbulkan kebencian, fitnah, berita bohong yang berakibatkan keonaran, permusuhan antar golongan. Karena belum ada satu pun putusan yang mengatakan ataupun penyelidikan yang mengatakan Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 21-22," tegasnya.

Atas alasan itu, Hendriansyah berharap kepada Dewan Pers untuk menindak tegas secara hukum Tempo yang dinilai tidak menjalankan tugas kewartawanan sesuai dengan UU 40/1999 tentang Pers.

Selain itu, tim kuasa hukum juga meminta kepada majalah cetak Tempo untuk menurunkan berita tersebut serta menyampaikan permohonan maaf terhadap anggota Tim Mawar.

"Tiga instruksi penurunan berita dengan menyampaikan permohonan maaf kepada mantan anggota Tim Mawar Kopasus Mayjen Purnawirawan Chairawan dan Letkol Purnawirawan Pahokan Nur Farid," katanya.

Eks Tim Mawar juga meminta Dewan Pers untuk menjamin proses penyelesaian sesuai kode etik jurnalistik, serta UU yang berlaku.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya