Berita

Hinca Pandjaitan/Net

Politik

Rencana Larangan Diskon Ojol Harus Dikaji Ulang

SELASA, 11 JUNI 2019 | 10:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rencana Kementerian Perhubungan untuk melarang pemberian diskon pada transportasi daring, termasuk ojek online (ojol) harus dikaji secara mendalam.

“Ayo dikaji ulang,” singkat Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dalam akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Selasa (11/6).

Rencana ini diyakini bakal menambah beban masyarakat yang menginginkan adanya sarana tranportasi murah. Apalagi, kata Hinca, masyarakat baru saja dikejutkan dengan tarif tiket pesawat yang mahal.


Saking mahalnya, banyak pemudik yang rela beralih ke moda transportasi laut dan darat saat lebaran lalu.

Sedianya, Kemenhub akan melarang diskon pada ojol. Alasannya, untuk menjaga agar transportasi online tetap ada. Ini lantaran persaingan diskon disebut sebagai faktor yang mematikan ojol.

Pelarangan ini akan dimasukkan dalam aturan baru berupa peratusan menteri atau surat edaran.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya