Berita

Jet Tempur F-35A/Net

Dunia

Pilot Vertigo Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan F-35A Jepang Di Samudera Pasifik

SENIN, 10 JUNI 2019 | 22:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Insiden jatuhnya jet tempur siluman F-35A Jepang di Samudera Pasifik April lalu kemungkinan terjadi karena pilot kehilangan kesadaran spasial.

Untuk diketahui, kesadaran spasial adalah kemampuan untuk menyadari diri sendiri di ruang angkasa. Kondisi ini merupakan masalah serius bagi pilot dan merupakan masalah inti dalam pelatihan untuk menjadi pilot.

Namun bahkan penerbang yang berpengalaman dapat mengalami kondisi tersebut.


"Tampaknya sangat mungkin bahwa pilot menderita vertigo dan tidak mengetahui kondisinya," begitu keterangan yang dirilis Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF) (Senin, 10/6), seperti dimuat BBC.

Pihak JASDF menambahkan, hasil penyelidikan menunjukkan kecelakaan itu tampaknya tidak disebabkan oleh masalah teknis dengan pesawat.

Pilot tidak memberikan indikasi bahwa dia berada dalam masalah dan tidak ada bukti dia mencoba mengeluarkan kursinya.

Sementara sang pilot tercatat hanya memiliki 60 jam terbang di F-35A.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Pertahanan Jepang, Takeshi Iwaya menjelaskan, masalah kesadaran spasial dapat mempengaruhi pilot mana pun terlepas dari pengalaman mereka.

Iwaya menambahkan, pasca insiden itu, pelatihan vertigo untuk pilot akan ditingkatkan dan pemeriksaan dilakukan pada F-35A yang tersisa.

Untuk diketahui, pesawat Lockheed Martin itu menghilang dari layar radar selama latihan pada 9 April lalu. Pencarian yang dilakukan menemukan beberapa puing pesawat dan jasad pilot berusia 41 tahun itu.

Pesawat yang berumur kurang dari setahun itu jatuh 28 menit setelah lepas landas dari pangkalan udara Misawa di prefektur Aomori. Pesawat itu jatuh dengan kecepatan sekitar 1.100 km/jam.

JASDF menyebut, ini adalah kecelakaan yang dilaporkan pertama yang melibatkan F-35A.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya