Berita

Ahmad Yani/RMOL

Hukum

Pernah Jadi Kapolda, Sofyan Jacob Disebut Akan Kooperatif Selama Pemeriksaan

SENIN, 10 JUNI 2019 | 18:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar. Sofyan diagendakan diperiksa sebagai tersangka pada hari ini Senin (10/6) pukul 10:00 WIB.

Hal tersebut diungkapkan Tim Pembela Kedaulatan Rakyat, Ahmad Yani. Menurutnya Sofyan Jacob dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Namun karena sakit, Sofyan tidak bisa memenuhi pemanggilan itu.

"Ya hari ini Pak Sofyan Jacob dijadwalkan pemeriksaan tapi karena beliau berhalangan karena sakit pada hari ini tadi kita antar ke penyidik untuk di-reschedule ulang dan kami siap hadirkan Pak Soyfan Jacob," ucap Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) kepada Kantor Berita RMOL di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/6) siang.


Sofyan kata Ahmad Yani, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada beberapa hari yang lalu setelah dilakukan pemeriksaan sebanyak satu kali sebagai saksi.

"Pak Sofyan satu kali diperiksa sebagai saksi. Ya setelah itu beberapa hari lalu langsung ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan pertama dua minggu atau tiga minggu yang lalu, bersama pemeriksaan anaknya Pak Amien Rais (Hanum Rais)," katanya.

Ahmad Yani menjelaskan, ia diminta Sofyan Jacob untuk memberikan bantuan dan pendampingan hukum ini. "Dan wakili beliau juga dalam proses pemeriksaan di Polda Metro yang dia sudah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran pasal 107 yang dianggap kategori makar dan menghasut orang sehingga orang melakukan kegiatan makar tersebut," jelasnya.

Ahmad Yani menegaskan, kliennye itu akan kooperatif dalam pemeriksaan lantaran ia pernah menjadi petinggi di Polri.

"Sifatnya Pak Sofyan akan kooperatif lah, kita sebagai warga negara apalagi Pak Sofyan kan mantan Kapolda (Metro Jaya), dia mengerti betul karena mantan Kapolda mantan petinggi di polisi," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya