Berita

Andre Rosiade/Net

Politik

Gerindra: Mungkin Demokrat Kebelet Menteri

SENIN, 10 JUNI 2019 | 09:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Permintaan Partai Demokrat agar calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo membubarkan koalisi dinilai Gerindra sebagai manuver untuk mendapat jatah menteri.

Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menilai pernyataan yang dilontarkan politisi Demokrat Rachland Nashidik itu mengesankan bahwa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang bermanuver dan mengejar jatah menteri dari Jokowi. Terlebih, Jokowi digadang-gadang akan merombak kabinet sebelum Oktober 2019.

"Mungkin saja Demokrat kebelet kali dapet menteri yang akan di Reshuffle Juni-Juli ini," ungkap Andre kepada Kantor Berita RMOL sesaat lalu di Jakarta, Minggu (9/6).


Andre mengaku sudah angkat tangan dengan sikap Partai Demokrat yang belakangan gencar melakukan manuver politik. Padahal, Partai Demokrat merupakan bagian dari Koalisi Adil Makmur yang sedang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami menyerahkan sepenuhnya ke Demokrat. Jadi kalau Demokrat mau keluar silakan pamitan baik-baik. Datang tanpa muka keluar, tanpa punggung gituloh," kata Andre.

"Kami udah capek menghadapi hal seperti ini (manuver Partai Demokrat) 8 bulan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwa sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tetap konsisten ingin mengawal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan sengketa Pilpres 2019.

"Jadi jangan merusak konsenterasi kami untuk mengawal gugatan MK. Berkoalisi itu ada etika berkoalisi. Jangan sampai ngakunya berkoalisi dengan kami, tapi kerjaannya ngerongrong aja gituloh," kata Andre. 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya