Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Isu Daftar Panjang Menteri Jokowi-Maruf, Wasekjen PDIP: Terlalu Dini

MINGGU, 09 JUNI 2019 | 01:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PDI Perjuangan tengah fokus merajut persaudaraan pascapilpres 2019 lalu. Hingga kini belum ada pembicaraan partai pengusung dengan Jokowi selaku pemegang hak prerogatif yang menentukan komposisi dan personel kabinet.

Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah mengatakan, pascapilpres 2019 masih terjadi pembelahan di masyarakat.

"Belum ada (bahas kabinet). Karena PDIP termasuk Ibu Mega sendiri masih berkonsentrasi untuk mendukung Pak Jokowi untuk rekonsiliasi nasional ini, menyatukan kembali komponen masyarakat Indonesia," kata Basarah di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu malam (8/6).


Menurut dia, terlalu dini untuk menyusun daftar panjang calon menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin. Sebab, pelantikan presiden-wakil presiden terpilih masih lima bulan ke depan.

"Toh, bulan Oktober yang akan datang kabinet itu disusun oleh presiden terpilih," kata Basarah.

"Tugas yang sekarang dilakukan adalah bersama dengan Pak Jokowi dan partai koalisi lainnya menyatukan kembali seluruh kekuatan bangsa Indonesia saat ini," imbuhnya.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya