Berita

Kemenag dan anggota DPR usai sidang isbat/RMOL

Nusantara

Kemenag Dan DPR Sepakat Segera Luncurkan Penyatuan Kalender Hijriah

SENIN, 03 JUNI 2019 | 21:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Agama RI kembali mewacanakan penyatuan kalender Hijriah. Hal itu bertujuan untuk menyatukan peringatan hari-hari besar keagamaan, khususnya agama Islam.

Begitu kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat jumpa pers penetapan 1 Syawal 1440 H di Gedung Kementerian Agama RI, Jalan MH Tamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/6) malam.

"Kami bersama ahli, para pakar ilmu falakiyah, dan ahli astronomi melakukan pertemuan intensif dengan wakil dari ormas-ormas Islam ingin memiliki kalender hijriah yang bisa disepakati bersama. Dalam rangka menetapkan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 1 Dzulhijjah," kata Lukman.


Lukman mengatakan, Kemenag bersama lembaga-lembaga terkait sedang mengupayakan penyatuan kalender Hijrian agar dapat terwujud. Menurutnya, seluruh ormas Islam telah bersepakat untuk meluncurkan kalender Hijriah tersebut agar menjadi alat pemersatu peringatan hari besar keagamaan.

"Seluruh ormas-ormas Islam, seluruh tokoh agama, semua warga bangsa Indonesia bersepakat dengan penetapan kalender Hijriah ini sehingga tidak ada lagi yang lebih dulu mengumumkan bahwa nanti akan ada satu Ramadan, nanti akan ada satu Syawal. Jadi kita akan sepakat dengan ketentuan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Lukman mengklaim bahwa rencana penyatuan kalender Hijriah itu akan segera terbit dalam waktu dekat. Hal itu dikarenankan Kemenag bersama instansi terkait telah melakukan komuikasi intensif dan bekerja sama meluncurkan kalender Hijriah tersebut.

"Berbagai macam pertemuan sudah sering kami lakukan dalam rangka mencari titik temu bagaimana kita bisa menyepakati kriteria bersama. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, MUI akan melakukan pertemuan kajian ilmiah oleh sejumlah pakar yang difasilitasi Kementerian Agama," demikian Lukman.

Hal senada juga disepakati oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong. Menurutnya DPR selalu mendorong agar penyatuan kalender Hijriah dapat segera direalisasikan.

Sebab hal tersebut dinilainya akan mampu merekatkan dan mempersatukan umat Islam di Indonesia.

"DPR terus mendorong pemerintah untuk supaya terus mengkaji, terus melakukan ikhtiar untuk membangun dan membuat kalender bersama. Ini menjadi agenda yang terus menerus kami lakukan karena kami berharap pada tahun yang akan datang tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah persamaan untuk membangun negara yang kita cintai ini," tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya