Berita

Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono/Repro

Dahlan Iskan

Ibu Ani

SABTU, 01 JUNI 2019 | 03:30 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

KAGET. Ibu Ani Yudhoyono dikabarkan tidak sadarkan diri. Kemarin.

Kelihatannya bukan hoax. Ada sumber beritanya yang terpercaya: wakil sekjen DPP Partai Demokrat. Yang sudah biasa memberikan keterangan pers soal perkembangan kesehatan Ibu Ani.

Kaget. Karena berita minggu lalu begitu menggembirakan. Instagram Ibu Ani aktif lagi. Diisi dengan kegembiraan. Dan foto. Bahwa hari itu Ibu Ani tampak berada di halaman rumah sakit. Didampingi pak SBY, sang suami.


Memang Ibu Ani di kursi roda. Tapi wajahnya kelihatan optimistis. Teks foto itu juga menimbulkan banyak harapan. Berisi kegembiraan. Bahwa sejak tiga bulan lalu baru hari itulah bisa menikmati alam bebas. Tidak lagi seperti tiga bulan sebelumnya: selalu hanya di kamar perawatan.

Waktu pertama berkunjung ke NUHS saya dapat gambaran jelas mengenai penyakit Bu Ani. Dari cerita Pak SBY sendiri. Termasuk bagaimana proses penyembuhannya.

Waktu itu Ibu Ani berada tahap 2 kemoterapi. Tahap 2 (atau serial kedua) itu sudah hampir selesai. Seminggu lagi dokter akan mengevaluasi: apakah kadar kanker darahnya sudah turun. Kalau sudah di bawah 5, tahap pengobatan berikutnya bisa dilakukan: transplantasi stemcell sumsum tulang belakang.

Yang mau menjadi donor sumsum pun sudah ada. Sudah siap. Sudah diperiksa. Sudah sangat memenuhi syarat: adik Ibu Ani sendiri. Jendral Edy.

"Kalau hasil evaluasi itu kadar kankernya belum di bawah 5 akan dilakukan kemoterapi seri  3," ujar Pak SBY saat itu.

"Atau dokter memutuskan untuk menempuh cara lain," kata Pak SBY.

Tentu saya berharap banyak kemoterapinya cukup dua tahap. Itu pun berarti sudah dua bulan.

Bulan pertama selama sekitar 25 hari. Lalu istirahat. Dievaluasi. Hasilnya menggembirakan. Kadar kankernya sudah turun. Tapi belum sampai di bawa 5. Karena itu dilanjutkan seri kedua. Tiap seri selama hampir satu bulan. Tepatnya 25 hari.

Waktu saya ke Singapura lagi bersama tim Pak Mahfud MD, tentu saya ingin bertanya ke Pak SBY. Bagaimana hasil kemoterapi tahap 2 dulu. Apakah berhasil. Dan apakah sudah dilakukan transplantasi sumsum.

Belum sampai saya bertanya Pak SBY sudah bercerita. Bahwa hari itu Ibu Ani belum bisa dijenguk. Lagi menjalani proses kemoterapi seri 3. Saya menyimpulkan sendiri: berarti kemoterapi tahap 2 yang lalu belum berhasil.

Maka ketika melihat instagram Ibu Ani di halaman RS itu saya bertanya dalam hati: kok sudah di halaman? Apakah tahap 3 kemoterapinya sudah selesai?

Yang berarti tahap transplantasi sumsum segera dilakukan?

Harapan saya tentu begitu. Agar tidak perlu menjalani kemoterapi seri 4. Jangan. Saya pernah menjalani kemoterapi. Tidak seberat beliau. Tapi tidak kuat. Saya menyerah. Saya bilang ke dokter: kalau rasanya seperti ini berhari-hari saya pilih mati saja. Toh suatu saat nanti juga akan mati.

Dokter menghentikan kemoterapi itu. Lalu tidak ada jalan lain itu. Saya melakukan transplantasi hati.

Karena itu saya benar-benar kagum Ibu Ani punya semangat yang begitu kuat. Punya tekat yang begitu hebat. Tahan menjalani kemoterapi sampai tiga seri. Yang setiap serinya hampir satu bulan. Saya mengaku kalah tangguh dengan Ibu Ani.

Ketika kemudian saya membaca berita Ibu Ani masuk ICU saya belum seberapa prihatin. Pasien seperti Ibu Ani memang biasa up and down. Sebelum kemoterapi seri 3 pun pernah masuk ICU.

Tapi ketika muncul lagi berita Ibu Ani tidak sadarkan diri saya sangat prihatin. Saya langsung berdoa untuk kesembuhan beliau. Tolong beri keajaiban untuk beliau. Please. Keajaiban yang pernah diberikan kepada saya itu. Dan kepada banyak orang itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya