Berita

Tersangka kerusuhan 22 Mei/Net

Hukum

AKSI 22 MEI

Polisi Didesak Buka Data Korban Dan Segera Adili Pelaku Kekerasan

JUMAT, 31 MEI 2019 | 13:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim Advokasi Korban Tragedi Pemilu 21-22 Mei 2019 Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses hukum terhadap pelaku kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa.

"Mendesak pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan terkait hasil pemeriksaan terhadap jenazah (otopsi) dan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada keluarga korban dan atau kuasanya untuk mendapatkan salinan hasil pemeriksaan (otopsi) terhadap korban meninggal," ucap Koordinator Tim Advokasi Korban Tragedi Pemilu 21-22 Mei 2019 KA KAMMI, Slamet Hasan kepada redakis, Jumat (31/5).

Selain itu, Slamet juga mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses hukum terhadap pelaku yang terlibat kekerasan terhadap massa aksi 21, 22 dan 23 Mei 2019.


"Mendesak pihak kepolisian untuk segera dan serius memproses secara hukum terhadap pelaku yang terlibat dalam peristiwa meninggalnya korban," tegasnya.

Mereka juga mendesak pihak-pihak yang terkait dengan peradilan untuk membawa kasus kematian korban ke proses hukum selanjutnya dalam sebuah peradilan yang terbuka dan adil.

"Apabila ada bukti-bukti yang cukup terjadinya pelanggaran HAM berat, maka mendesak untuk dilakukan proses peradilan HAM secara terbuka, imparsial dan adil," lanjutnya.

Selain itu, Slamet juga mendesak kepada negara untuk bertanggungjawab terhadap korban yang mengalami luka-luka.

"Negara harus untuk bertanggung jawab atas seluruh biaya perawatan yang timbul karena itu dan menjamin korban kembali kepada keluarganya secara selamat dan sehat," paparnya.

Terakhir, lanjut Slamet, KA KAMMI mendesak kepada pihak rumah sakit dan pihak terkait untuk memberikan informasi yang terbuka, transparan dan cepat terkait dengan identitas siapa yang mengalami luka-luka dan dirawat di mana kepada keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya