Berita

Foto: Humsd PLN

Bisnis

7 Ribu Peserta Mudik Gratis PLN, Ada PKL

KAMIS, 30 MEI 2019 | 03:45 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 7 ribu pemudik diberangkatkan lewat moda transportasi bus dan kapal pelni okeh PLN, Rabu (29/5).

Acara pelepasan rombongan bus dan peserta mudik bareng ini dilakukan langsung oleh VP Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah di Kantor Pusat.

“Tujuan program ini agar para pemudik bersama-sama pulang ke daerah masing-masing sambil mempererat rasa persaudaraan sesama pemudik sehingga menciptakan Mudik Bareng Guyub Rukun sesuai tema kegiatan dari Kementerian BUMN,” ujar Dwi.


Pelepasan para pemudik ini dilakukan langaung dari kantor pusat PLN. 100 unit bus untuk 5000 pemydik dengan tujuan berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu untuk moda transportasi kapal dibagi untuk 2000 pemudik dengan rute Jakarta Surabaya, Pontianak Surabaya, Makassar Maumere dan Makassar Bau Bau.

Program mudik gratis yang diperuntukkan bagi pegawai, mitra kerja, tenaga outsource, masyarakat sekitar dan keluarga para pedagang kaki lima yang berada di lingkungan kantor PLN se-Jabodetabekz.

Selain itu, program ini juga memberangkatkan pemudik yang berasal dari Program Kementerian ESDM dan Polda Metro Jaya.

“Kegiatan mudik gratis dari PLN ini sudah berjalan sejak 2007 dan menjadi program tahunan perusahaan,” jelasnya.

Anton, salah satu peserta mudik gratis PLN ini mengaku senang karena dapat kembali ke kora asalnya di Wonosari, Gunung Kidul secara gratis.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas bantuan mudik gratis sehingga dapat berkumpul dengan keluarga sekaligus merayakan lebaran di kampung halaman", ungkap Anton.

Sebelumnya, sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan selama mudik, di hari yang sama juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi seluruh awak bus serta pengecekan kendaraan. Memastikan stamina dan fisik yang prima para awak bus merupakan upaya mengutamakan keselamatan penumpang selama perjalanan mudik ini.

Selain itu, seluruh peserta dan awak bus juga diasuransikan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya