Berita

Kivlan Zen/Net

Hukum

Tuduhan Makar Terhadap Kivlan Zen Mengada-Ada

RABU, 29 MEI 2019 | 12:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tuduhan makar yang disematkan kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dinilai tendensius dan mengada-ada.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Djudju Purwantoro bahkan menyebut unsur-unsur makar tidak terpenuhi dalam kasus ini..

“Definisi makar itu sangat tidak relevan dan sangat tidak terpenuhi unsur-unsur itu,” kata Djudju di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (29/5).


Dia menguraikan bahwa tindakan permulaan untuk menggulingkan kekuasaan tidak ada dalam kasus Kivlan. Termasuk tidak ada persiapan pasukan bersenjata dalam rangka upaya menggulingkan kekuasaan.

“Niat saja tidak ada, apalagi ada upaya-upaya untuk menggulingkan, apakah ada persiapan untuk rapat-rapat untuk itu,” ujarnya.

Atas alasan itu, dia menilai bahwa tudingan yang dialamatkan kepada kliennya terlalu tendensius dan mengada-ada.

Sementara narasi Kivlan yang ingin Bawaslu mendiskualifikasi Jokowi-Maruf Amin diutarakan karena ada indikasi curang dalam proses Pemilihan Umum 2019. Menurutnya, hal itu tidak bisa dikategorikan sebagai penggulingan kekuasaan yang sah.

“Apabila prosedur tidak sesuai atau ilegal dan ditemukan hal-hal yang sifatnya melanggar hukum, maka dalam hal ini calon terpilih bisa saja didiskualifikasi dengan syarat-syarat ketentuan yang ada. Dan itu legal,” jelas Djudju.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya