Berita

Foto: Dok

Bisnis

Dukung Pengembangan UMKM, Pemprov Jabar-Gojek Jalin Kerjasama Strategis

MINGGU, 26 MEI 2019 | 10:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemprov Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Gojek dan Go-Pay melalui penandatanganan nota kesepakatan strategis.

Gojek menjadi perusahaan aplikasi penyedia layanan on demand pertama yang menjalin kerja sama dengan Pemprov Jabar.

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pembangunan Jabar melalui penguatan potensi ekonomi digital. Dengan adanya penguatan potensi ekonomi digital, diharapkan dapat memperkuat para pelaku sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui inovasi teknologi dan menyertakan mereka dalam ekosistem Gojek dan Go-pay.


Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar, Atalia Praratya mengatakan, dia kerap mendapat masukan dari pelaku wirausaha bahwa tantangan yang dihadapi tidak sekadar masalah permodalan dan sumber daya manusia, namun juga akses terhadap pemasaran produk.

"Dari situ kami berpikir keras, mencari stakeholders yang mampu untuk memudahkan masyarakat memperkenalkan produknya. Ketika saya ngobrol dengan Gojek, ini seperti gayung bersambut. Dari Gojek berkomitmen untuk membantu pemasaran produknya," ujar Atalia saat MoU di Bandung, Jabar, kemarin (Sabtu, 25/5).

Saat ini Atalia Praratya juga aktif sebagai ketua umum Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). Melalui Sekoper Cinta, diharapkan perempuan yang putus sekolah bisa mendapat pelatihan. Mulai dari pelatihan untuk mengenali potensi diri, sampai pelatihan tingkat lanjut untuk menjadi perempuan mandiri. Sehingga membuat mereka mandiri secara ekonomi.

"Saya senang Gojek mendukung ini. Jadi semisal ada seseorang yang bisa bikin pepes atau lasagna di rumah, nanti bisa dipromosikan melalui Gojek (Go-foof). Kami sadar Gojek saat ini sudah hadir secara nasional. Saya percaya kerjasama ini bisa sangat kuat sehingga kami pun akan sangat terbantu. Bagaimana perempuan-perempuan ini bisa mandiri dengan cara mereka dibantu pemasarannya. Mudah-mudah ini bisa menjadi inspirasi untuk semua," tutur Atalia.

Di sisi lain, Asisten Daerah 3 Pemprov Jabar, Dudi Sudrajat Abdurachim menyatakan, pihaknya sudah memulai sejak lama mencetak wirausaha baru. Di periode gubernur saat ini, fokusnya tak sekedar mencetak namun juga membuat wirausahawan bisa naik kelas.

"Saya sempat berdiskusi dengan tim dari Gojek dan mendengar adanya program Gojek Wirausaha yang bertujuan menaikkelaskan atau men-scale-up wirausahawan. Adanya kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan Gojek ini, diharapkan bisa menggarap dari segi kualitas wirausahawan untuk bisa naik kelas,” tambah Dudi.

Sementara itu, Regional Head Corporate Affairs Gojek, Wildan Kesuma mengatakan, prioritas Pemprov Jabar saat ini sesuai dengan komitmen Gojek yaitu ikut memberdayakan para pelaku UMKM serta pelaku sektor informal.

"Bentuk program pelatihan yang dimaksud dan telah berjalan hingga kini bernama Gojek Wirausaha. Ini adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka," sebut Wildan.

Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.

"Program Gojek Wirausaha ini memiliki keistimewaan yaitu memberikan akses langsung kepada para UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Gojek. Setelah pelatihan, UMKM dapat mendaftarkan usahanya ke dalam platform Go-food, Go-pay serta Arisan Mapan. Hal ini menjadi nilai tambah agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital,” tutur Wildan.

Gojek juga membantu pembangunan Jabar dengan pemanfaatan ekonomi digital melalui ekosistem pembayaran non-tunai yang dihadirkan oleh Go-pay. Di Jabar, Go-pay sudah bisa digunakan untuk bertransaksi dengan para pelaku UMKM di Cibadak, pembelian tiket Bandung Tour on Bus (Bandros), serta bersedekah digital di sejumlah masjid seperti Masjid Salman ITB, Masjid Andalusia Bogor, dan Masjid Adz-Dzikra di Sentul.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya