Berita

Reyhan Fajari/Net

Publika

Darah Reyhan

SABTU, 25 MEI 2019 | 19:21 WIB | OLEH: SYAHGANDA NAINGGOLAN

SATU atau dua peluru tajam telah menembus dada Reyhan Fajari, anak Tanah Abang usia belia 16 tahun. Dia langsung mati. Semoga Allah menjadikannya Syahid.

Kejadian itu dialaminya dinihari 22 Mei. Dalam tragedi bungkus membungkus isu kerusuhan vs isu hak-hak rakyat mendukung kebebasan sipil berdemonstrasi.

Pada malam hari selepas membersihkan sampah masjid, Reyhan melihat suasana hiruk pikuk dekat masjidnya. Lalu dia dan kawannya melihat ke sana. Lalu kena tembak dari kekuatan bersenjata. Ini cerita versi teman dan keluarganya di media.


Kemungkinan kecil lainnya adalah Reyhan merupakan pendemo rusuh yang kata aparat ada kelompok perusuh yang dibayar jutaan rupiah pada saat demo 21 Mei.

Kecilnya kemungkinan ini karena usia Reyhan terlalu kecil untuk dibayar sebagai perusuh.

Lalu siapa pembunuh Reyhan? Awalnya pembunuh Reyhan dispekulasikan pada polisi atau tentara atau tentara China maupun perusuh pembawa senjata.

Spekulasi pada polisi dan tentara karena merekalah penanggung jawab keamanan negara. Namun, setelah polisi menjelaskan ke publik bahwa mereka tidak menggunakan peluru tajam, maka polisi berlepas tangan atas hal ini.

Dalam keterangannya polisi juga mengatakan tentara tidak menggunakan peluru tajam. Kecurigaan pada tentara RRC (Republik Rakyat China) menguak setelah beredar foto-foto adanya "tentara China" memakai seragam Brimob pada aksi 21 hingga 22 Mei kemarin. Itupun sudah dibantah polisi bahwa foto-foto itu orang Manado, bukan China RRC.

Jika mengarahkan pembunuh Reyhan adalah para perusuh yang berbayar Rp 100 ribu, mungkinkah orang-orang sekelas mereka bisa menggunakan senjata api? Apalagi memilikinya? Terlalu spekulatif.

Jika mengarahkan tuduhan pada kelompok bersenjata pro aksi 21-22 Mei, jika ada, dengan asumsi seperti dituduhkan pada Mayjend (purn) Sunarko, kenapa mereka mengarahkan senjatanya pada anak kecil, Reyhan?

Jika diarahkan pada ISIS, bukankah ISIS dan para teroris umumnya selalu menyiarkan klaim jika melakukan tindakan? Mungkinkah jaringan ISIS membunuh Reyhan.

Jika pembunuh Reyhan tidak pernah terungkap, maka dapat dipastikan negara ini kurang mampu mengontrol sistem keamanan nasionalnya. Ini misteri kedua sebelum misteri butanya mata Novel Baswedan yang tidak terungkap.

Dalam misteri seperti ini, bagaimana Reyhan wafat dan untuk apa Reyhan ikut melihat huru hara paska gerakan 21 Mei, serta pembicaraan darah Reyhan sangat penting. Sebab, jika Reyhan wafat dalam bagian hak-hak demokrasi rakyatnya, maka darah Reyhan adalah darah Syuhada.

Dia dikategorikan mati Syahid. Apalagi dia ditembak tidak jauh dari masjidnya.

Seseorang yang mati Syahid harus dikenang. Oleh siapa? Setidaknya oleh GNKR sebagai pengundang aksi 21-22 Mei.

Karena, selain Reyhan, ada beberapa kemungkinan korban peluru tajam lainnya, seperti Azis dari Pandeglang Banten dan Farhan Safero di Petamburan, Harun (15 tahun) di Slipi, dan lain-lain. (Merujuk berbagai berita media).

Sampai saat ini, kita tentu berpendapat kemulian untuk Reyhan. Bahwa memang dia pergi keluar rumah atau masjidnya, untuk menyaksikan huru hara apa paska demonstrasi damai Bawaslu. Apalagi merebak isu masjid diserang saat itu di sekitar Tanah Abang. Lalu ia ditembak.

Darah keluar deras dari dada dan punggungnya atau keningnya. Lalu ia mati mengerang kesakitan.

Di malam lailatul qadar ini para malaikat turun ke bumi. Mereka tidak mencari Reyhan lagi, karena dia mungkin sudah di surga.

Penulis adalah Direktur Sabang Merauke Circle

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya