Berita

Kerusuhan yang terjadi di Ibukota/Net

Bisnis

Rusuh Di Ibukota Berdampak Buruk Terhadap Dunia Usaha

JUMAT, 24 MEI 2019 | 04:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kericuhan yang terjadi selama dua hari di sekitar gedung Bawaslu tidak hanya merugikan demonstran dan pihak kepolisian. Sektor ekonomi juga terdampak dengan adanya kerusuhan tersebut.

Melihat hal ini Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Muda Muslim Nasional (Permunas), Mulyadi Siregar menilai kericuhan antara sebagian massa yang demo sangat tidak baik bagi iklim dunia usaha, khsususnya sekitar daerah Tanah Abang, Sarinah dan sekitarnya.

Misal akibat tutupnya aktivitas perdagangan di pasar Tanah Abang, sehari bisa mengalami kerugian 100 miliar, belum lagi banyak pedagang kecil mau pun pembeli dari daerah untuk kebutuhan lebaran sangat terganggu.


Sudah saatnya semua pihak menahan diri, mari kembali menempuh jalur konstitusional untuk menyelesaikan sengketa politik

"Kami dari perkumpulan pengusaha muda muslim nasional (Permunas) meminta agar tidak ada lagi kericuhan yang membuat cemas warga. Mari kembali membangun persatuan kita bersama sebagai sesama anak bangsa," ujar Mulyadi dalam keteranganya, Kamis (23/5).

Khusus dunia usaha, dirinya berharap terciptanya suasana kondusif apalagi di bulan suci Ramadan ini. "Mari merajut kembali persaudaraan yang selama ini terpolarisasi akibat pilihan politik," ujar Mulyadi.

Jajaran Polda Metro Jaya telah merilis jika pihaknya telah menahan 412 orang yang ikut demonstrasi dan melawan petugas kepolisian. Sementara itu Pemprov DKI Jakarta juga merilis jumlah korban dari kericuhan yang ditanganinya.

Sedikitnya 737 peserta demo harus mendapatkan perawatan dari petugas medis delapan orang diantaranya dipastikan tewas terkena peluru tajam.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya