Berita

Lukman Hakim Saifuddin/Net

Hukum

Jubir KPK: Duit 10 Juta Untuk Menteri Agama Bagian Dari Konstruksi OTT Romi

RABU, 08 MEI 2019 | 12:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan apa yang telah diungkapkan tim biro hukum KPK saat praperadilan tersangka M. Romahurmuziy alias Romi dapat dipertanggung jawabkan dan memiliki bukti kuat.

Adapun salah satu yang diuraikan tim biro hukum KPK itu adalah, nama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disebut telah menerima uang sebesar Rp 10 juta dari Kepala Kanwil Jawa Timur Haris Hasanuddin karena telah lolos menjadi kakanwil berkat jasa Lukman.

"Ya, itu terintegrasi ya. Kerja-kerja di biro hukum dan Direktorat Penyidikan atau unit lain yang terkait di KPK," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).


Sebelumnya, tim biro hukum KPK mengungkapkan bahwa Menag Lukman telah menerim duit Rp 10 juta dari Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

"Pada 9 Maret 2019 Lukman Hakim Saifuddin menerima uang Rp 10 juta dari Haris Hasanudin saat kunjungan Menteri Agama ke salah satu pesantren Tebu Ireng Jombang sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris Hasanudin terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim," kata salah seorang Tim Biro Hukum KPK yang membacakan konstruksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) M. Romahurmuziy di PN Jakasel, Selasa kemarin (7/5).

Atas dasar itulah, Febri menegaskan bahwa pihaknya telah siap menghadapi praperadilan yang diajukan oleh Romi dan tim kuasa hukumya. Sebab, pengajuan Romi dinilai tidak berdasar dan keliru.

"Yang disampaikan oleh tim dari biro hukum itu lebih dalam konteks untuk menjawab permohonan praperadilan yang diajukan oleh tersangka RMY. Sebenarnya kami banyak sekali menguraikan bahwa permohonan RMY itu keliru ya. Tentu kami juga sampaikan fakta-faktanya untuk meyakinkan hakim bahwa penyidikan ini sudah dilakukan dengan standar yang ada dan alat buktinya kuat," jelas Febri.

Selain memiliki bukti kuat, KPK, lanjut Febri, akan membuka peluang apabila masih ada pihak-pihak lain yang diduga mengetahui dan atau terlibat pasti akan ditelusuri oleh KPK.

"Tentu info-info yang diketahui oleh saksi itu akan didalami lebih lanjut. Apakah terkait proses seleksinya, apakah terkait dengan aliran dana, ataukah terkait dengan hal-hal lain," demikian Febri.

Dalam perkara asus suap jual beli jabatan di Kemenag, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Anggota DPR RI dari Fraksi PPP M. Romahurmuziy alias Romi, Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin, dan Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya