Berita

Jubir KPK, Febri Diansyah/RMOL

Hukum

Tak Satupun Saksi Suap Jual Beli Jabatan Kemenag Mengindahkan Panggilan KPK

SELASA, 07 MEI 2019 | 16:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Amin Nuryadi, asisten pribadi tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Romahurmuziy alias Romi mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Nuryadi, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Norman Zein Nahdi juga absen dari jadwal pemeriksaan penyidik KPK.

Padahal, keduanya dijadwalkan diperiksa hari ini (7/5) sebagai saksi terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019 untuk tersangka Romi.


"Yang bersangkutan tidak hadir. Belum diperoleh informasi terkait ketidakhadirannya," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/5).

Febri mengatakan, penyidik KPK mendalami dugaan proses seleksi di lingkungan Kemenag.

"Dari saksi Pansel Jabatan Tinggi, penyidik mengonfirmasi keterangan saksi terkait dugaan manipulasi dokumen penilaian dalam proses seleksi," ungkap Febri.

Hingga saat ini, sekitar 70 orang saksi telah diperiksa dalam proses penyidikan jual beli jabatan di Kemenag.

Selain itu, KPK telah menetapkan sedikitnya tiga orang tersangka diantaranya eks Ketum PPP, Romahurmuziy alias Romi, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

KPK juga telah menyita sejumlah uang senilai Rp 180 juta dan 30 ribu dollar Amerika di laci ruangan kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam perkara ini. Bahkan, puluhan saksi pun telah diperiksa penyidik KPK dalam kasus ini salah satunya Menag Lukman meskipun mangkir.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya