Berita

Foto:RMOL

Nusantara

Mendadak, Polda Sulut Test Urine Narkoba 278 Personel

KAMIS, 02 MEI 2019 | 13:46 WIB | LAPORAN:

. Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) melakukan test urine kepada 278 anggota kepolisian setempat. Hal ini dilakukan untuk membersihkan jajaran Polda Sulut dari penyahgunaan narkoba.

"Intinya ini penegakan ketertiban dan kedisiplinan salah satunya adalah tes urine. Di sini kami Kordinasi kegiatan yang bersifat spontan dan dadakan," ungkap Kabid Propam Polda Sulut Kombes Dheny Dariady di Polda Sulut, Manado, Sulut, Kamis (2/4).

Tes urine yang dilakukan mendadak ini dimulai dengan para pejabat utama seperti Kapolda Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto, Wakapolda Sulut Brigjen Karyoto, dilanjutkan dengan para kombes dan anggota kepolisian lain.


"Jadi kejut seperti itu dan kita ini direncanakan oleh kita para pelaku dari Propam di narkoba dan dari dokkes," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Freddy Worang mengatakan dalam pemeriksaan tes urine ini terbagi enam item seperti yakni morfin, amfetamin, metamfetamin, benzodiazepine kokain dan ganja.

"Saat ini masih dalam proses pemeriksaan, tes biasa dilakukan 10-15 menit per orang," jelas Freddy Worang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut Kombes Eko Wagiyanto menambahkan, jika terdapat personel yang positif mengandung zat tersebut akan dapat dikenakan sanksi yang diputuskan langsung oleh Kapolda.

Dia juga menegaskan bahwa siapapun anggota kepolisian yang menggunakan narkoba adalah pengkhianat bhayangkara.

"Jadi pelaksanaan tes urine ini adalah perintah langsung dari bapak Kapolda selaku yang tertinggi di Sulsel yang tentunya pengejawantahan dari perintah Kapolri bahwa saat ini Indonesia sudah darurat narkoba. Bagi pengguna, hanya pemakai maupun bandar pengedar, itu adalah penjahat bhayangkara, pengkhiatan bhayangkara sehingga harus ditindak tegas," tandasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya